Tutup Menu

PERDA Kuningan Tumpul Untuk Pengusaha ???

Senin, 22 Februari 2021 | Dilihat: 149 Kali
    
Kuningan – tabloidskandal. com
Proyek bangunan coffee shop milik pengusaha H Ali yang pada hari Kamis, 11/02 /2021 sempat di segel Polisi Pamong Praja kini telah di buka kembali dan pembangunan proyek tersebut berlanjut. Entah siapa yang membuka segel sehingga pembangun proyek tersebut tetap berjalan seperti tidak ada masalah, padahal sudah jelas bangunan tersebut melanggar Perda : No. 19 Tahun 2002, kabupaten Kuningan, sehingga menjadi pertanyaan besar ada apa dengan perda tersebut, apakah tidak berlaku bagi para pengusaha ?
 
Di kutip dari salah satu media online kasatpol Pamong Praja Agus Basuki dengan jelas menyatakan. “Ini melanggar garis sepadan sungai. Maka, kita tegakan aturan. Kita hentikan aktivitasnya, kita segel.” tegas Kasatpol PP Kuningan, Agus Basuki, didampingi aparat Dinas PUTR, Dinas Perizinan, Bappeda, Dinas lingkungan hidup.
 
Acuan penyegelan ini, Perda No : 19 Tahun 2002 pasal 13 Tentang Ketentuan Garis Sepadan Sungai, Sumber Air dan Saluran Irigasi. Isinya daerah sepadan dilarang mendirikan bangunan semi permanen dan permanen baik untuk hunian atau tempat usaha.
 
Aturan lain, Perda No 13 Tahun 2017 tentang Irigasi. Dimana, siapapun dilarang mendirikan bangunan dalam garis sepadan jaringan irigasi tanpa seizin pemerintah daerah. Kemudian diperkuat Perda No:03 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Isinya, setiap orang yang akan menggunakan tanah untuk kepentingan penanaman modal, atau mendirikan bangunan wajib memiliki izin dari bupati
“Nah, bangunan proyek ini, juga belum ada izin.” ucap mantan Kabag Organisasi Setda ini.
 
Setelah penyegelan ini, Ia menyerahkan proses lanjutan ke dinas teknis terkait. Tapi meskipun pemilik mengajukan perizinan, tetap tidak akan diizinkan karena sudah jelas melanggar.
 
“Maka, jalan satu-satunya dibongkar sendiri. Kalau tidak kunjung dibongkar sendiri, maka aparat yang membongkar paksa.” tandasnya.
 
Namun dengan dibukanya segel dan masih masih berjalanya pembangunan tersebut, perda kabupaten Kuningan sepertinya di kangkangi oleh pengusaha kuliner ini,
 
Hasil konfirmasi media ini dengan pemilik proyek bangunan , H Ali mengatakan " saya mengakui kesalahan, dan terkait dengan perizinan, saya sudah mengajukan dan hasilnya akan keluar hari Senin, namun kelanjutan bangunan harus tetap berlanjut karena sudah ada koordinasi dengan pihak terkait, ujarnya.
 
Di singgung masalah bangunan yang nantinya akan di gunakan untuk coffee shop, dirinya mengatakan bahwa bangunan yang sedang di bangun berada di tanah miliknya.” ya bangunan ini milik saya , di atas tanah saya, namun nanti akan di pakai usaha oleh oleh orang Polres. " Ungkapnya.
(Suradi)
 
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com