Tutup Menu

MIO Indonesia Akan Gelar Munas ke I November 2022

Kamis, 08 September 2022 | Dilihat: 141 Kali
    
Pelapor : Buchori Sandi
Editor    : H. Sinano Esha

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Guna menguatkan struktur organisasi serta mengevaluasi kinerja yang telah dicapai, dan sebagai bentuk ketaatan pada aturan ketentuan AD/ART, Media Independen Online (MIO) Indonesia berencana akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertama sejak  terbentuk pada 10 November 2020.

Sedikitnya ada 567 media online tergabung pada 11 Pengurus Wilayah Tingkat Provinsi dan 59 Kepengurusan Daerah Tingkat Kabupaten/Kota yang telah dilantik secara definitif. Serta ditambah dengan ratusan perusahaan media online yang telah memantapkan diri untuk bergabung menjadi bagian dari MIO Indonesia.

Penyelenggaraan Munas Ke-1 MIO Indonesia pada 10 November 2022 nanti, selain untuk menjalankan amanah organisasi, juga dijadikan ajang evaluasi bagi pencapaian kinerja pengurus yang hasilnya akan ditentukan oleh putusan Munas.

"Demi menjalankan organisasi yang harus taat dan patuh pada AD/ART, saya selaku Ketua Umum beserta seluruh jajaran Pengurus Pusat MIO Indonesia, segera akan menggelar Musyawarah Nasional Ke-1 pada bulan November 2022 mendatang," kata Ketua Umum terpilih AYS. Prayogie.

Prayogie berharap, penyelenggaraan Munas Pertama tersebut seyogyanya dapat dijadikan momentum semua pihak, khususnya bagi para kandidat yang akan maju di Munas, untuk memperebutkan kursi ketua umum.

"Oleh karena itu, sebaiknya pada Munas pertama gunakanlah momen tersebut sebagai sebuah saluran untuk mengaktualisasikan semua gagasan, ide, pemikiran serta rencana-rencana brilliant yang dimiliki para kandidat tersebut guna membangun MIO Indonesia kearah yang baik lagi. Namun begitu, dalam upaya mengejawantahkan berbagai gagasan tersebut, tentunya harus menggunakan saluran mekanisme yang konstitusional," papar wartawan senior Alumni Peserta Dialog Kebangsaan Kalangan Media Angkatan II Lemhanas RI Tahun 2014 tersebut.

"Untuk lebih membesarkan organisasi MIO Indonesia yang membanggakan ini, saya selaku Ketua Umum mengajak kepada seluruh Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah serta kepada Pengurus Daerah, dapat kiranya memberikan support semaksimal mungkin demi suksesnya acara munas nanti," harap Prayogie.

Sementara Ketua Dewan Pakar MIO Indonesia, Taufiq Rachman SH, S.Sos, mengapresiasi kepatuhan kepengurusan terhadap AD/ART Organisasi.

"Sesuai amanat akta pendirian, pengurus yang sekarang ini, sejak deklarasi MIO, diberi waktu paling lama 3 tahun untuk laksanakan Munas. Alhamdulilah pada 10 Nopember 2022 nanti, MIO sudah dapat merealisasikan acara Munas tersebut," ungkapnya.

Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi, lanjut tokoh pers nasional dan mantan Ketum IPJI itu menyebut, Munas akan mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan Ketua Umum selaku eksekutif yang menjalankan organisasi.

"Oleh karenanya Munas juga akan memilih dan menetapkan calon Ketua Umum periode 5 tahun ke depan sesuai AD ART yang akan dinotariatkan berdasarkan putusan hasil Munas Ke-1 tersebut. Dan, untuk seterusnya Munas akan menjadi forum tertinggi organisasi," jelasnya.

Pada bagian lain Taufiq menegaskan, akan segera mengkomunikasikan rencana Munas ini kesemua jajaran dewan pembina, dewan penasehat serta dewan pakar.

"Dari jaringan yang dimiliki MIO tersebut, kami berharap bisa menghadirkan perwakilan pemerintah, Menkominfo dan petinggi Dewan Pers dalam gelaran Munas nanti," tutupnya.

Senada dengan Taufiq, salah satu pembina MIO, Mayjen (Pur) H Asep Kuswani SH, SMi (Han), saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pribadinya, juga memberikan apresiasinya atas rencana penyelenggaraan Munas.

"Itu berarti DPP patuh pada AD/ART organisasi," ujar Mayjen (Pur) H Asep Kuswani SH SMi (Han) yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat.
Dia pun berharap, Munas ke-1 MIO tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Serta apapun hasil yang diputuskan Munas, menurut purnawirawan Jendral TNI pemilik dua bintang emas itu, harus dihormati oleh semua pihak. Terlebih karena putusan yang Kuorum di Munas memiliki legitimasi dan mengikat.

"Saya berharap Usai penyelenggaraan Munas ini, MIO harus menjadi organisasi pers berbasis online yang terdepan. Oleh karenanya dibutuhkan sinergi antara pengurus dan anggota yang solid," tandasnya.

"MIO lahir di tengah pandemi, tapi 3 tahun perjalanannya juga disaat pandemi, bisa tetap eksis melantik dan membentuk kepengurusan didaerah-daerah. Karena pandemi hampir usai, setahun kedepan MIO harus hadir diseluruh Indonesia," pungkasnya.
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com