Indramayu — Tabloidskandal.com || Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah pilar utama kemakmuran sebuah daerah agraris. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus mewujudkan visi Indramayu REANG melalui pembangunan pertanian yang berkelanjutan, modern, dan berdaya saing. Sepanjang periode Januari–Juli 2026, berbagai capaian penting telah diukir di sektor pertanian, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian sebagai sumber kehidupan masyarakat luas.
Luas Lahan Baku Sawah dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu memiliki kekayaan sumber daya lahan yang sangat besar dan strategis. Data menunjukkan Luas Total Lahan Baku Sawah mencapai 124.517 hektar, yang menjadi modal utama penyediaan pangan bagi masyarakat daerah maupun daerah sekitarnya. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian dan keberadaan lahan sawah ini agar tidak beralih fungsi, sehingga ketahanan pangan dapat terjamin untuk masa mendatang.
Upaya perlindungan dan pengelolaan lahan pertanian ini diperkuat dengan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 92.888 hektar. Penetapan ini bukan sekadar angka, melainkan jaminan hukum dan kebijakan untuk menjamin ketersediaan lahan pangan pokok secara berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, serta melindungi mata pencaharian petani dari tekanan alih fungsi lahan yang terus meningkat.
Target Produksi Padi: Menuju 1,7 Juta Ton Gabah Kering Giling
Berdasarkan luas lahan yang dikelola secara optimal, pemerintah daerah menetapkan Target Produksi Padi Gabah Kering Giling (GKP) mencapai 1,7 juta ton. Angka ini menunjukkan ambisi yang besar sekaligus kemampuan nyata Kabupaten Indramayu untuk terus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan beras, tidak hanya bagi masyarakat Indramayu, tetapi juga bagi ketahanan pangan nasional.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah tidak hanya berharap pada kebaikan alam, melainkan melakukan intervensi yang terarah dan menyeluruh guna meningkatkan produktivitas lahan melalui berbagai langkah strategis:
- Pemberian bantuan alat-alat pertanian, termasuk mesin pompa air untuk memudahkan pengairan lahan di wilayah yang membutuhkan;
- Normalisasi saluran air, agar aliran air irigasi berjalan lancar, tidak tersumbat, dan dapat menjangkau seluruh lahan pertanian;
- Pembangunan irigasi perpompaan, untuk mengatasi keterbatasan pasokan air di lahan yang letaknya lebih rendah atau jauh dari aliran sungai utama;
- Pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah, sebagai sumber cadangan air yang andal, terutama saat musim kemarau tiba;
- Pengaturan gilir-giring air, agar pembagian air irigasi berjalan adil, merata, dan tidak terjadi perselisihan antar-petani.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air yang cukup dan tepat waktu, sehingga masa tanam dapat berjalan lancar, panen lebih cepat, dan hasil produksi meningkat secara signifikan.
Potensi Buah Mangga yang Luar Biasa
Selain padi, Indramayu juga dikenal luas sebagai sentra produksi buah mangga yang sangat besar. Data menunjukkan Produksi Mangga mencapai 114.000 ton per tahun, sebuah angka yang sangat besar dan membanggakan. Potensi ini membuktikan bahwa Indramayu tidak hanya kaya akan beras, tetapi juga memiliki keunggulan dalam produksi buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi. Mangga Indramayu telah dikenal luas di pasar dalam negeri maupun luar negeri, dan menjadi sumber pendapatan yang penting bagi ribuan petani buah di berbagai kecamatan.
Pertanian Sebagai Tulang Punggung Kemajuan Daerah
Seluruh capaian dan langkah strategis ini menunjukkan bahwa pemerintahan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Dengan menjaga lahan sawah, membangun sarana irigasi, menyediakan alat bantu pertanian, serta mengembangkan komoditas unggulan seperti mangga, pemerintah daerah tidak hanya mengejar angka produksi semata, tetapi berupaya meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh.
Pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan adalah kunci terwujudnya Indramayu REANG — daerah yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Semoga ke depan, lahan pertanian Indramayu tetap subur, petani semakin makmur, dan hasil panen terus meningkat demi kemaslahatan seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu.
(Fajar Saleh.)