,
03 Juli 2020 | dibaca: 126 Kali
Ketua PMII : Pemerintahan Muda -Jiwo Harus Harmonis, Jangan Ada Yang Memperkeruh Suasana.
noeh21


Kubu Raya, Skandal

Harapan terjalinnya kembali keharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan dan Sujiwo terus mengalir dari masyarakat, salah satunya dari Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kubu Raya Ismail, Jumat (03/07/2020).

Menurutnya harapan agar Sujiwo tidak mundur sebagai Wakil Bupati Kubu Raya menjadi keinginan Masyarakat Kubu Raya, hal ini dirasakan dengan banyak dukungan yang datang dari masyarakat mulai dari tokoh-tokoh Agama, Pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren, Pemuda dan Para Mahasiswa. Mereka berharap agar sujiwo tidak mundur dan tetap melanjutkan perjuangan untuk masyarakat Kubu Raya lewat eksekutif.

Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kubu Raya ini menilai apa yang dilakukan oleh Sujiwo adalah hal wajar mungkin karna tupoksi-tupoksinya sebagai Wakil Bupati tidak di berikan secara penuh oleh Muda Mahendrawan Selaku Bupati Kubu Raya.

“Walaupun Regulasi sudah mengatur sedemikian rupa tentang tupoksi Bupati dan Wakil Bupati seyogyanya di Musyawarahkan jika terkait pengelolaan Anggaran  untuk Masyarakat Kubu Raya," ungkap Ismail.

Menurut Ismail banyak beredar perbincangan di kalangan Masyarakat, ketika berjuang ngajak sama-sama pas sudah jadi Bupati seenaknya sendiri kan kacau kalau begini,  masyarakat yang jadi korban tidak harmonisnya Bupati dan wakil Bupati Kubu Raya dan ini bukan hanya sekali ini terjadi.

Ismail berharap Muda Mahendrawan lebih Arif  dan Bijakssana dalam memimpin Kubu Raya.

“Jadilah orang tua kami semua yang melindungi dan mengayomi Masyarakat Kubu Raya,” ungkapnya.

Ismail juga berharap agar semua pihak menghormati proses yang berjalan mediasi dilakukan Partai Pengusung dan tidak berstatmant dan memperkeruh suasana Pemerintahan di Kubu Raya.

“Jangan Memperkeruh suasana serahkan kepada yang faham permasalahanya, jika berkomentar tanpa tahu permasalahan sebenarnya dikhawatirkan hanya akan memperkeruh ibarat kata jangan memancing di air yang keruh,” pungkas Ismail. (tim liputan).
Berita Terkait
Berita Lainnya