,
20 Januari 2019 | dibaca: 411 Kali
Keberagaman Adat Budaya Perwujudan terjaganya Kebhenikaan di Pontianak
noeh21
Pontianak, Skandal

Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB) Bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) lakukan dialog budaya bersama Masyarakat Lintas Etnis dan Budaya di halaman TVRI Jl A Yani Pontianak, Sabtu (19/01/2019).





Dialog Budaya yang didahului dengan Kopi Bareng juga dihadiri Walikota Pontianak, Ir Edi Rusdi Kamtono, Kapolresta Pontianak Kombes (Pol) M Anwar Nasir, Ketua PEPADI Kalbar, Prof Slamet Raharjo, Ketua Umum PJKB H Sadimo Yitno Poerbowo, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Kerabat (Batak), Ikatan Keluarga Minang, Paguyuban Bubuhan Banjar,IKBM, Tionghoa, Kepala Stasiun TVRI Kalbar, Pimpinan Tribun Pontianak, serta dihadiri pula Dewan Pengawas TVRI dari Jakarta.

Dalam dialog tersebut terungkap keinginan semua tokoh etnis dan budaya untuk merajut kebersamaan dalam kebhenikaan dengan adat budaya yang ada di Pontianak dan Kalimantan Barat.

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono  mengapresiasi kegiatan dialog budaya serta kegiatan kopi bareng yang dilakukan PJKB dan PEPADI sebagai wujud kebersamaan masyarakat khusunya yang ada di Kota Pontianak.




“Kota Pontianak ini memiliki beragam etnis demikian juga adat dan budayanya, maka mesti sering dilakukan Kolaborasi dan duduk bersama dalam merajut kebersamaan itu, seperti yang dilakukan hari ini,” ujar Edi.

Walikota juga berharap kegiatan seperti ini bisa juga dilakukan oleh Organisasi Adat Budaya dari semua etnis ini akan membuat kebaikan dan mempercepat program-program yang nanti dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Sementara itu Ketua Pepadi Kalbar, Prof Slamet Rahardjo mengatakan, kebudayaan itu berasal dari dua suku kata, yaitu Budi dan Daya.

Budi adalah Kebaikan dan Daya adalah kekuatan,maka jika di rawat dan dilestarikan maka kebudayaan akan menjadi kekuatan kebaikan yang akan bermanfaat bagi semua.

“Karena kebudayaan adalah kekuatan kebaikan, maka kita semua mesti merawat dan melestarikan kebudayaan itu," tuturnya.

Menurut dia,  budaya itu bermacam-macam, seperti budaya  berbicara, budaya berniaga,  budaya bergaul, budaya seni, dan lain-lain.

Hal yang sama disampaikan Ketua Paguyuban Jawa Kalbar, H Sadimo Yitno Poerbowo, sebagai Organisasi Adat Budaya PJKB mewadahi kegiatan pelestarian seni budaya masyarakat Jawa yang ada di Kalimantan Barat. Misalnys, Seni Campursari, Kuda Lumping, Reog, Pencak Silat, Ludruk, Ketoprak, Wayang Kulit dan lain-lain.

“Kali ini PJKB melaksanakan kegiatan pesta rakyat dengan berbagai kegiatan hiburan, kesenian multi etnis," tuturnya.

Kegiatan ini  ditutup dengan Pagelaran Wayang nKulit sebagai wujud pelestarian budaya serta merajut kebersamaan dengan adat budaya etnis yang ada di Kalimantan Barat.

"Hari ini kita lakukan dialog budaya,”jelas Sadimo.
Berita Terkait
Berita Lainnya