Tutup Menu

BLT Di Simalungun, Tuai Keributan

Kamis, 25 Juni 2020 | Dilihat: 899 Kali
    

Simalungun,Skandal

Masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2020 dampak Covid-19 Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun Sumatra Utara membuat  keributan antara Pemerintahan Nagori dan masyarakat yang berhak menerima BLT DD.

 Masalah tersebut dari terkuaknya atas nama Sunardi yang tercantum sebagai penerima BLT sebesar Rp 600,000 sesuai dengan nomor induk keluarga (NIK) miliknya. 

Kenyataannya Sunardi pada waktu pembagian BLT DD  tidak mendapatkan dana tersebut. Diduga data miliknya sudah dialihkan  Pangulu kepada warga yang lain. Akibatnya persoalan tersebut dilaporkan ke pihak berwajib Polsek Bosar Maligas. Dengan diperkuat saksi Sunardi yang tidak lain adalah mantan Pangulu Nurmah Sembiring dan saksi lainnya br Purba. 

Namun persoalan tersebut belum rampung terselasaikan Senin 22/6/2020 sekitar jam 10,00 Wib dikantor Pangulu Nagori Boluk diadakan musyawarah antara masyarakat dan Pemerintahan Nagori.

Dihadiri Uspika plus Kecamatan Bosar Maligas yang dipimpin oleh Camat Gerhad Lubis. Gelar pertemuan tersebut tidak terjadi kata mupakat dalam menyikapi persoalan BLT yang tidak tepat sasaran. Sunardi tetap meminta agar persoalan tersebut tetap diproses secara hukum.

Menurut keterangan Sunardi ketika diwawancarai Media Skandal.com, dirinya tetap bersikap pada pendiriannya awal. Agar persoalan tersebut terus dilajutkan, karena ia merasa sangat kesal.

“Data yang menerima bantuan BLT DD dirinya, kok bisa-bisanya dialihkan kepada orang lain. Padahal dana bantuan tersebut sangat layak ia dapatkan. Karena dirinya sudah dua kali mengalami operasi, sehingga saat ini ia tidak bisa lagi bekerja keras. 

Padahal masyarakatyarakat semua tahu bahwa dirinya saat ini hanya bekerja pengangon sapi (Lembu) milik orang untuk mendapatkan upahan. Karena merasa disepelehkan, Sunardi meminta kepada mantan Pangulu dan Maujana untuk mendapingi dirinya melaporkan kepada pihak berwajib sekaligus untuk menjadi saksi dirinya,”tegas Sunardi.  

Beda lagi halnya Nurmah Sembiring, merasa keberatan dan kecewa atas tudingan Erni Sikumbang selaku Pangulu yang disampaikan melalui media masa.

Bahwa dirinya adalah sebagai seorang provokator atas kejadian ini semua. Keberatan tersebut disampaikan Normah Sembiring kepada Media Skandal Selasa 23/6/2020 sekitar jam 11.00 Wib lebih kurang.

“Tudingan tersebut sangat merugikan nama baiknya dan keluarga,kata Normah kalau dirinya sebagai provokator ngapain saya mau menjadi saksi Sunardi. Namun karena masyarakat masih memandang saya  sebagai toko masyarakat. Sehingga dirinya diminta untuk dapat membantu untuk menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya.

“Hasil penyelesaiannya juga tidak ada titik terangnya sehingga dirinya juga siap untuk menjadi saksi Sunardi. Tepi kenapa seorang Pangulu secara sepihak telah menuding saya sebagai provokator yang dibeberkan dimedia masa. Dalam hal ini sangat jelas sudah merugikan nama baik saya dimata publik. Begitu juga nama baik keluarga besarnya saya saat ini merasa tercoreng atas tudingan Pangulu,” ucap Normah.

Terpisah Erni Sikumbang selaku Pangulu Nagori Boluk ketika dikonfirmasi Media Skandal.com, mengatakan bahwa tudingan itu tidak pernah saya ucapkan.

“Hal tersebut menurut Pangulu tidak pernah ia ucapkan sama sekali artinya kebenaran ucapan tersebut tidak ada, “ujar Erni sambil mengakhiri dan mengatakan bahwa dirinya lagi rapat di Pematang Raya.

Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas Ipda Fritsel ketika dikonfirmasi awak media via seluler membenarkan pengaduan Sunardi. Atas dugaan pemalsuan tanda tangan. “Dalam hal ini pihak kepolisian akan memanggil saksi saksi. Dan masih dalam proses penyelidikan,”tegas Kanitreskrim.

Reporter.               : Monawelta
Kabiro Sumut.      :Ansary Nst

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com