,
26 September 2021 | dibaca: 115 Kali
Bali Kirim Dua Atlet Karate ke PON XX Papua
noeh21
Legian, Taboidskandal.com || Ketua Umum INKAI Bali, Alit Putra, melepas dua atletnya yang akan berlaga di PON XX Papua pada bulan Oktober 2021. Selain itu, juga diberangkatkan kepala pelatih dan seorang atlet sparing partner.
 
Acara pelepasan atlet tersebut di gelar dengan menerapkan potokol kesehatan yang ketat disela-sela latihan di wantilan Pura Dalem Legian-Bali, minggu (26/9/2021).
 
Pada kesempatan itu nampak hadir pars petinggi Inkai Bali, seperti Ketua Umum INKAI Bali; BrigJen Purn. IG.B Alit Putra,SH,S.Sos,M.si, Sekretaris Umum (Sekum) Inkai Bali; Ir. Gede Kusumawijaya, Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Bali; Jro Mangku Made Supatra Karang, Kepala Pelatih Karate PON Bali Putu Deddy Mahardika dan sejumlah pengurus MSH Bali, serta Cokorda Istri Agung Sanistyarani (Coki), I Kadek Krisna Dwi Antara (Krisna) dan Ni Made Dwi Kartika Priyanti selaku atlet sparing.
 
Dalam arahannya Alit Putra menyampaikan kepada atlet dan pelatih untuk berjuang sekuat tenaga membawa nama Inkai & Propinsi Bali. Juga diharapkan agar atlet dan pelatih memiliki semangat tinggi untuk meraih hasil maksimal dengan target 2 medali emas.
 
"Jangan lupa agar atlet dan pelatih menjaga kesehatan selama di Papua," pintanya.
 
Kepada wartawan Sekum Inkai Bali Ir. Gede Kusumawijaya mengatakan, secara keseluruhan managemen tim PON dikelola oleh KONI Bali, dan semua persiapan dilakukan sejak tahun lalu.
 
"Mulai dari penyaringan atlet dan Pelatda. Seluruhnya adalah Forki Bali. Ini lantaran secara management Inkai dan semua perguruan karate berada di bawah bendera Forki " jelasnya.
 
Ditambahkan, mulai dari pemenuhan gizi atlet, kesejahteraan sampai dengan persiapan berangkat sudah dikemas oleh KONI Bali. "Kami sebagai perguruan harus tunduk dan taat kepada aturan tersebut," ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala Pelatih Karate PON Bali Putu Deddy Mahardika mengatakan, saat pra-kwalifikasi PON Inkai mengirim 4 atlet, akan tetapi dua di antaranya mengundurkan diri karena menikah dan lulus tes Polwan. Jadi yang diberangkatkan adalah sehingga Coki dan Krisna.
 
Menurut Ni Made Dwi Kartika Priyanti selaku atlet sparing, yang sangat dibutuhkan oleh tim PON Bali adalah optimisme untuk memenuhi target 2 medali emas.
 
Berdasarkan pengalaman serta persiapan selama satu tahun penuh, pelatih Wayan Warno merasa yakin atletnya bakal meraih pencapaian yang tertinggi, baik untuk Bali maupun nasional.
 
Pada kesempatan itu Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Bali, Jro Mangku Made Supatra Karang mengatakan, dirinya selaku penanggung jawab teknik dan pembinaan merasa bangga terhadap atlet-atlet Inkai Bali yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Inkai Bali, nasional dan internasional dalam hal prestasi olah raga karate.
 
“Inilah bukti dari keberhasilan pembinaan yang kami lakukan di Bali. Dan kami berharap ada Coki-Coki lain yang bisa menyusul guna menorehkan prestasi karate ditingkat dunia. Harapan kami, Coki dan kawan kawan sukses dalam meraih prestasi pada PON XX di Papua ” harap Jro Mangku Made Supatra Karang.
(sony/bali)
Berita Terkait
Berita Lainnya