Warga MBD Mengeluh Soal Bantuan Bencana
Senin, 22 Juli 2019 | Dilihat: 718 Kali
Buce Rahakbauw Korwil LAI
Ambon, Skandal
Hasil monitoring Korwil Badan Intelijen investigasi Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) di 11 kota Kabupaten Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) 10/07, banyak keluhan warga terkait dengan bantuan bencana yang terjadi di MBD.
Beberapa warga mengeluh bantuan bencana di Kecamatan Babar di tahun akhir 2018/2019 tidak berjalan normal. Warga menyebut sepertinya bantuan tersebut tebang pilih.
Karena itu, warga meminta Bupati B.TH. Naoch dapat mengevaluasi kinerja Kepala Badan Penanggulan Bencana MBD, J.P.
"Bukan saja di Babar, tapi masih ada di beberapa titik kecamatan. Tapi kami tidak tahu jalan untuk kami lapor. Untung untung saja kedatangan bapak baru kami bisa sampaikan," ungkap seorang warga yang tidak mau disebut jati dirinya, saat bicara tepat di depan penginapan Scorpion.
Separti halnya warga, dia juga minta kepada Bupati agar mengevaluasi Kepala Dinas yang tidak bekerja profesionsal. "Kalau bisa diganti saja," tandasnya.
Alasannya, agar kinerja pemerintahan yang dipimpin Bupati dapat berjalan baik. "Kami membanggakan kepemimpinan Bupati," ungkap warga.
Menurut warga, bantuan yang di turunkan dari pemerintah pusat ke daerah untuk membantu korban, tapi faktanya belum terealisasi. "Kami cuma dapat ampas," tandas warga yang lain.
Warga juga berharap, jika bantuan turun, Bupati juga turut hadir menyaksikan agar semua terang benderang.
"Karena takutnya jangan sampai ada menipulasi atau rekayasa laporan bantuan warga yang dapat sebanyak ini, padahal di lapangan cuma dapat ampas. Jadi hal seperti ini harus dijaga ketat saat pembagian bantuan," tuturnya.(MI)