Tutup Menu

Lantaran Korupsi, Mantan Bupati Kepulauan Talaud Diganjar Empat Tahun Penjara

Kamis, 27 Januari 2022 | Dilihat: 69 Kali
Isak Tangis Keluarga Mantan Bupati Kepulauan Talaud Seusai Divonis Empat Tahun Penjara (foto istimewa)
    
Pelapor : Fathonie AG
Editor    : H. Sinano Esha

MENADO –Tabloidskandal.com ll Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Menado pimpinan Hakim Ad Hoc Edy Darma Putra menghukum Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip empat tahun penjara, karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi gratifikasi, Selasa (25/1/2022).

Menurut majelis hakim, Sri Wahyumi terbukti bersalah melanggar Pasal 12B Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  (UU Korupsi) yang mengatur tentang gratifikasi.

‌Ia juga melanggar Pasal 12C Ayat (1) UU No 31/1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 lantaran tidak melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‌Pada bagian lain dalam putusan, majelis hakim menyatakann bahwa antara pertengahan 2014 dan 2017 Sri Wahyumi menerima gratifikasi atau commitment fee sebesar 10 persen dari nilai berbagai pekerjaan atau proyek yang dilelang kepada beberapa pengusaha.

‌“Dalam persidangan terungkap, bahwa terdakwa sebagai Bupati Talaud selama periode 2014-2019 itu terbukti memperkaya diri, yakni menerima gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud pada saat menjabat,” papar majelis hakim dalamamar putusannya.

‌Selama menjabat, lanjut majelis hakim, terdakwa terbukti menerima Rp 9.303.500.000 melalui empat ketua kelompok kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa.

"Commitment fee itu diterima terdakwa dari Mantan Ketua Pokja John Rianto Majampoh, Frans Lua, Azaria Mahatuil, dan Jelbi Eris di rumah dinas bupati maupun rumah pribadi," kata Hakim Ad Hoc Edy Darma Putra membacakan putusannya.

‌Selepas persidangan, Sri Wahyumi mendatangi ketiga anak dan keluarganya yang menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Sulawesi Utara. "Nggak apa-apa, cuma empat tahun, " katanya, menenangkan keluarganya yang terus menangis.



 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com