,
18 Januari 2020 | dibaca: 608 Kali
Anthony Siagian SH: Mediasi Dapat Menyentuh Keadilan Warga
noeh21


Jakarta, Skandal

Sidang lanjutan sengketa  lahan Stadion BMW antara para penggarap dengan Pemda DKI dan pengembang PT Agung Podomoro di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/1) menyepakati jadwal mediasi pada Kamis mendatang, 23/1.

"Kami berharap mediasi itu berhasil. Ada jalan damai kedua belah pihak, khususnya pihak Pemda DKI dan PT Agung Podomoro mengabulkan permohonan penggugat," jelas kuasa hukum penggarap, Anthony Siagian, SH.

Kuasa Hukum, A. Siagian

Menurut dia, sengketa penggarap dengan Pemda DKI dan pengembang Agung Podomoro sangat menyentuh kemanusiaan dan keadilan. Pasalnya, Ahli Waris dari Alm Zakaria yang bernama Dharma Setiadi  secuil pun belum mendapatkan ganti rugi

"Makanya, karena menemui jalan buntu, kami mengajukan gugatan ke PN Jakarta Utara minta perlindungan dan kepastian hukum," tuturnya, menyebut gugatan itu terigistrasi
No perkara 713/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Utr.  gugatan ditujukan kepada Pemprov DKI BPN DKI PT Agung Podomoro Land. 

 kliennya atas nama Dharma Setiadi sudah memiliki lahan garapan itu sejak 1963 dari mendiang bapaknya, Zakaria (Alm). Sampai sekarang kliennya masih memegang berkas surat atas lahan garapan tersebut, sekaligus
tidak pernah mengambil kesepakatkan dengan pihak mana pun atas lahan tersebut.

"Jadi atas dasar apa klaim kepemilikan DKI atas lahan BMW," tanyanya dengan nada tinggi.

Begitupun klaim PT Podomoro land  menguasai lahan garapan tersebut,  memberikan sebagian lahan sebagai Fasum dan Fasus  kepada Pemprov DKI yang sekarang sedang di bangun stadion BMW. Rencananya stadion itu dapat menampung kapasitas sekitar 80 ribu penonton.





"Kami punya surat terkait hak penggarapan itu, tapi kenapa tidak ada kejelasan," katanya.

Sementara salah satu warga yang menempati lahan garapan, berharap pemprov DKI mau memperhatikan nasib warga DKI korban penggusuran ini 

"Kami mohon pada bapak Gubernur Anis Baswedan untuk mempedulikan nasib kami rakyat kecil yang saat ini hidup serba prihatin setelah tempat tinggal kami di gusur oleh pemerintah. Kami tidak menolak pembangunan stadium BMW, tapi tolong berikan kami ganti rugi yang layak buat penghidupan kami," ucap Anthony Siagian (Bkt/ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya