,
21 Agustus 2019 | dibaca: 258 Kali
Yarsi Gelar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Buat Mahasiswa Baru
noeh21

Jakarta, Skandal

Kampus Yarsi di bilangan Cempaka Pusat menggelar kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) tahun ajaran baru 2019-2020

Rektor Universitas Yarsi  Prof. dr. Fasli Jalal, PhD membawakan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara. 

Materi itu disampaikan  oleh Komandan Kodim 0501/JP BS Letkol Inf Wahyu Yudhayana dihadiri -+ 1.500 orang.





Menurut dia,Wawasan kebangsaan pada hakikatnya adalah hasrat yang sangat kuat untuk kebersamaan dalam mengatasi perbedaan dan diskriminasi. 

"Wawasan Kebangsaan tidak dilandasi oleh asal-usul, kedaerahan, suku, keturunan, status sosial, agama, dan keyakinan," ujar Dandim

Wawasan Kebangsaan itu meliputi demokrasi, cinta tanah ar, tekad hidup bersama dan merdeka, penghargaan harkat manusia, adil dan makmur, kesetiakawanan sosial.

Sementara out put dari sasaran Wasbang meliputi bangsa yang kuat dan bersatu, revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila, meredam berkembangnya primordialisme, kesukuan  dan kedaerahan untuk mencegah disintegrasi bangsa.

"Berikutnys meningkatkan kualitas penangkal demi lestarinya bangsa, terjaganya sejarah NKRI," tuturnya.

Menurut dia, dengan Wasbang diharapkan warga negara peka dan cegah disintegrasi, 
menjamin kepentingan nasional di ranah global.

"Khusus ke pemuda, diharapkan generasi muda menjadi target dan aktor dalam menjalankan pengabdiannya membangun  berkelanjutan di masa mendatang," tambahnya.

Dandim juga menyebut Wasbang wajib diinternalisasikan ke pemuda sebagai motor implementasi Wasbang. 

Terlebih saat ini globalisasi tidak bisa dinafikan, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya setiap negara harus berkompetisi.

Menurut Dandim,  kompetisi global suatu persaingan yang melibatkan individu/kelompok/organisasi/negara dalam lingkup dalam rangka memperjuangkan kepentingan masing-masing.

Sementara perang informasi berdasarkan Colonel USAF Alan. D. Campen adalah suatu tindakan secara langsung atau tidak langsung yang dilakukan untuk memanipulasi, meniadakan, mengacaukan atau menghancurkan informasi dan sistem lawan, baik pada masa damai, krisis atau masa perang yang menyentuh pada bidang sosial, ekonomi, industri atau sistem informasi elektronik militer.

Di sisi lain, radikal adalah suatu SARA dijadikan pertentangan dan kebencian melalui medsos menjadi sarana provokasi (berita hoax) berubah menjadi kegiatan fisik.

Karena itu, kompetisi global punya sisi positif dan negatif, seperti
meningkatkan survavibilitas atau menimbulkan kehancuran. "Disinilah dibutuhkan pemimpin. Bukan hanya mahasiswa yang pintar secara akademik tetapi juga memiliki kepemimpinan dan pengalaman dalam berorganisasi," tutur Dandim.

Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan (Stoner, Freeman dan Gilbert). . Kepemimpinan optimal tidak hanya dilahirkan namun diperkuat dengan pelatihan secara terus menerus.

"Tujuan memimpin secara nasional: tercapainya tujuan dan cita-cita Nasional, seperti melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan Umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," tutur Dandim.

Secara umum, pemimpin itu mempengaruhi  orang lain dalam mencapai tujuan yang sudah ditentukan. "Paling penting membangun pemimpin berintegritas di tengah berbagai tantangan," jelas Dandim.

Dan sejarah telah membuktikan bahwa setiap pemuda turun akan terjadi perubahan besar di negara Indonesia.

Gerakan mahasiswa wirausaha dapat meningkatkan kreatifitas, inovasi dan jiwa enterpreneurship, berfikir kritis dan tidak mudah terprovokasi. (Erwin)
Berita Terkait
Berita Lainnya