,
13 Oktober 2019 | dibaca: 253 Kali
TMMD SOSIALISASI NARKOBA DAN BABIKAMTIBMAS DI DESA LERMATAN
noeh21


Saumlaki, Skandal

Sosialisasi Narkoba dan Babikamtibmas di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Propinsi Maluku Jumat kemarin, adalah serangkaian kegiatan dari TMMD kepada masyarakat dan pelajar.

Kegiatan tersebut di sekolah SD Kristen Desa Lermatang yang dihadiri oleh Pjs Pasiter Kodim 1057  Saumlaki, Lettu Inf.Deni  Wakim, Kasat Binmas Polres MTB, AKP 1057 Simon Mansilety, PJS Kanit 2 Narkoba Polres MTB, Brigpol, S.V.Ratuanik, Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa KKT. Ny. Elen Toumahu SE, Kaur Pemerintahan, Kaur  Umum Desa Lermatang dan masyarakat Desa Lermatang serta 100 siswa dan siswi dari SMP. 




 
Kegiatan tersebut di buka oleh Pjs. Pasiter Lettu Inf. Deni Wakim Kodim 1507 Saumlaki.
Dalam arahanya Deni mengatakan, kegiatan TMMD ke 106 ini, TNI bekerja sama dengan Forum Kodinasiy Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) sehingga   salah satu kegiatan sosialisasi hari ini adalah sosialisasi narkoba dan Kamtibmas yang akan dibawakan oleh Pihak Polres MTB dan Pemda KKT.

Diharapkan, sosialisasi ini  masyarakat dapat mengetahui bahanya dan dapak hukum pelanggaran Undang-Undang dari penggunaan dan masalah gangguan  keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, Deni mengajak peserta, agar benar-benar mengikuti setiap materi yang diberikan agar dapat menambah wawasan pengetahuan untuk bekal hidup. Bagi orang tua, agar  materi  yang akan disampaikan nanti, setelah pulang dari dapat dilanjutkan  kepada keluarga, saudara dan kerabat tentang bahaya narkoba sehingga genersi muda dapat menjauhi obat-obat terlarang khususnya narkoba.

Selain itu, Kasat Binmas Polres MTB, AKP Simon Mansilety dalam pemaparan mengenai peraturan presiden/Pepres RI No 74 thn 2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang minuman keras beralkohol, Pemendagri No 6 Thn 2015 tanggal 10 Januari 2015 tentang peredaran dan penjualan minuman beralkohol dan Perda Propinsi Maluku No 16 Tahun 2008 tanggal 30 Desember tentang Wasdal dan Peredaran Minuman Beralkohol.

Dari tiga peraturan minuman beralkohol di atas, maka dari pihak kepolisian selalu memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Tanimbar, karena di KKT ini, banyak sekali para pemuda dan bahkan sebagian anak-anak Sekolah SMA yang mengkonsumsi minuman beralkohol berjenis Sopi Bir, joni Walker Cifas dll.

Dari beberapa jenis minuman beralkohol yang di konsumsi oleh masyarakat di Wilayah KKT, sangatlah berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan cara kerja otak manusia menjadi lemah dalam berpikir dan berujung pada kematian.

Pengguna Narkoba di kota-kota besar, awal mengkonsumsi minuman beralkohol dan kemudian akan berlanjut dengan penggunaan atau pemakaian narkoba dan obat-obat terlarang seperti xtc, sabu, kokain, ganja dan obat-obat sejenis lainnya.

Diharapkan kepada orang tua, agar banyak memberikan nasihat dan arahan tentang bahaya narkoba dan minuman beralkohol kepada anak-anak agar terhindar dari penyalagunaan narkoba dan miras.

Selain itu jenis-jenis minuman dengan kadar alkohol sebagai berikut: minuman Joni Walkor, Cifas, Black Lebel dengan kadar alkohol 0-50%, Bir putih Bir hitam dengan kadar alkohol 0-20%, sementara Sopi/tuak hingga saat ini belum diketahui kadar alkoholnya karena belum diuji (M1)
Berita Terkait
Berita Lainnya