Polisi Mewaspadai Lonjakan Covid 19 pada Natal dan Tahun Baru
Senin, 29 November 2021 | Dilihat: 393 Kali
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Jakarta – Tabloidskandal II Masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022, di mana seluruh masyarakat Indonesia merayakannya, setiap aktivitas bersifat massal berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid 19. Jika tidak segera diantisipasi lebih awal, dikhawatirkan akan terjadi gelombang ketiga.
Pengalaman tahun lalu harus dijadikan pembelajaran dan kesiapan yang lebih baik lagi dalam menghadapi serta pencegahan wabah virus Corona yang sampai saat ini belum hilang secara keseluruhan di negeri ini.
"Tentunya hal itu harus menjadi perhatian semua pihak agar di masa Nataru nanti laju pengendalian angka Covid-19 yang saat ini sudah behasil dikendalikan, tidak lagi kembali meningkat. Kita mesti belajar dari pengalaman tahun lalu, di mana pasca Nataru sempat terjadi kenaikan dua kali lipat,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada saat meninjau satu lokasi yang melaksanakan kegiatan “Vaksinasi Serentan Indonesia (VSI)” di Pusat Pengembangan (Pusbang) SDM Perhubungan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021.
Termasuk pengalaman pasca Idul Fitri, lanjut Kapolri Sigit, angka pencapaian kenaikannya terbilang cukup tinggi. Karena itu, pihaknya ingin memastikan apakah akselerasi vaksinasi menjelang Nataru 2021-2022 betul-betul bisa dilaksanakan secara tuntas.
Dijelaskan, kegiatan akselerasi vaksinasi Covid-19 tersebut digelar serentak di 3.822 titik se-Indonesia, dengan target 1,1 juta masyarakat. Diharapkan target vaksinasi 70 persen di akhir tahun sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dapat terwujud.
"Hari ini dilaksanakan secara serentak dengan target 1,1 juta sampai 1,6 juta. Diharapkan bisa tercapai, dan khusus di Kabupaten Bogor yang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Jabar, saya kira memang harus terus laksanakan akselerasi. Sehingga kemudian target pencapaian di akhir Desember ini bisa kita capai," ujarnya kepada wartawan usai meninjau kegiatan 'Vaksinasi Serentak Indonesia'.
Menurut mantan Kapolda Banten ini, akselerasi vaksinasi ini sebagai salah satu strategi untuk antisipasi terjadinya laju pertumbuhan Covid-19 di periode Natal 2021 dan Tahun 2022 (Nataru). Dan diharapkan dapat tetap dipertahankan tren positif pengendalian angka Covid-19 yang sudah sangat baik.
"Angka Covid-19 yang saat ini bisa kita kendalikan untuk berada di bawah 1 positivity ratenya, lalu BOR-nya juga di bawah 4 sampai 5 persen betul-betul kita jaga," jelas mantan Kabareskrim Polri.
Kapolri Sigit mengngatkan, dengan terbentuknya kekebalan komunal dan imunitas di masyarakat, hal itu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Dan pemerintahan Jokowi akan semakin siap menggelar perhelatan event nasional dan internasional ke depannya.
Keberhasilan pengendalian Covid-19 ini tentunya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dimana pada kuartal II 2021 perekonomian Indonesia Tumbuh 7,07 persen dan 3,51 persen pada kuartal III 2021. Tentunya kita berharap Pandemi Covid-19 terus terkendali sehingga bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 3,7-4,5 persen.
"Karena memang ini semua berdampak pada aktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang saat ini mungkin sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat. Harapan kita dengan pengendalian laju Covid-19, ini maka pertumbuhan ekonomi dan juga kegiatan event nasional maupun internasional yang akan kita laksanakan kedepan semuanya bisa berjalan dengan baik. Dan ini sangat penting buat posisi Indonesia, di mata internasional," papar Sigit. (Jul)