,
16 Juni 2019 | dibaca: 204 Kali
Kapolda Kalbar Hadiri Halal Bihalal Ikatan Santri
noeh21

 Kubu Raya, Skandal 

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menghadiri halal bihalal Ikatan Santri Kalimantan Barat Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Iskab Dalwa ke-4 di Aula Markas Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu petang, 15 Juni 2019.



  
Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menuturkan  sebagai umat Islam sudah selayaknya  berlapang dada dan saling memaafkan, khususnya terhadap sesama muslim dan muslimah yang tentunya dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari, baik itu disengaja maupun tidak disengaja.

“Salah satu hikmah yang dapat kita petik lewat halal bihalal ini adalah terciptanya ukhuwwah islamiyah. Tergalangnya persaudaraan yang lebih akrab di antara sesama kita,” kata Kapolda Kalimantan Barat. 

Dia juga mengingatkan  sebagai warga Kalimantan Barat  harus banyak bersyukur, karena Allah SWT telah mengkaruniai   provinsi Kalbar  yang luar biasa kaya dan cantik ini. 

"Sebab, Provinsi Kalimantan Barat yang secara geografis data menunjukan dilintasi oleh garis Khatulistiwa yang merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia," ujar Kapolda.

Luas wilayahnya 7,53% dari luas Indonesia, memiliki 1.163 kilometer panjang garis pantai, 26 sungai, 20 gunung, 153 pulau dengan 81 pulau tidak berpenghuni,  kekayaan alam yang melimpah baik di bidang perkebunan, pertanian, pertambangan dan kelautan.




“Ini juga berkat partisipasi dan kerjasama seluruh komponen masyarakat. Seluruh mitra Polri, jajaran TNI dan Pemda, serta seluruh stakeholder pembangunan dan keamanan dan tentunya ridho Alloh SWT.  Situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Kalbar hingga saat ini sangat kondusif,” jelas  Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Namun Kapolda mengingatkan ada beberapa permasalahan yang menjadi atensi dan harus diperangi bersama-sama, khususnya narkoba, yang retan sekali beredar di kalangan pemuda pemudi serta pelajar.

“Jadi semua yang hadir di sini, para orang tua, para guru, para kiyai, para alim ulama, para tokoh masyarakat dan utamanya para santri sekalian serta umat muslim mari sama-sama  menjadi benteng bangsa dan umat, sekaligus kekuatan terbesar dalam menghentikan  penyalahgunaan narkoba. Apapun bentuknya,” ucap Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Menurut dia, hal itu sejalan dengan peran dan tugas pokok Polri untuk menegakkan hukum dan mengingatkan masyarakat untuk berbuat baik,   mencegah dan menindak masyarakat yang berbuat jahat atau tidak baik. 

"Polri dan masyarakat, khususnya umat muslim, bisa sama-sama bersnergi, bermitra, dan bekerjasama satu sama lain dalam menciptakan dan memelihara Kamtibmas yang kondusif,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.(RH)
Berita Terkait
Berita Lainnya