Tutup Menu

Kapolda Jateng: Jika Terjadi Gesekan Dengan TNI, Anggotanya Akan Ditindak

Selasa, 18 Januari 2022 | Dilihat: 451 Kali
Sinergitas TNI - Polri dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi
    
Pelapor: Ajipati Gunawan
Editor   : H. Sinano Esha

Semarang –Tabloidskandal.com ll
Sinergitas dan soliditas antara Kepolsian dengan TNI harus terus terjaga. Apabila anggota polisi di jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) terjadi gesekan dengan anggota TNI, akan ditindak tegas.


Demikian ditegaskan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat memimpin apel di Lapangan Apel Mapolda Jateng, Senin (17/1/2022).  

Penegasan itu sebagai intruksi bagi jajarannya untuk  mendukung langkah pemerintah yang mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Yakni, menjaga persatuan di tengah keragaman ras, suku, agama di masyarakat.

Menurut Kapolda Jateng, ada tiga parameter yang harus dijaga dan diantisipasi, antara lain Konflik Komunal, Konflik Horisontal, dan Konflik Vertikal.

"Untuk mengantisipasi terjadinya konflik komunal, Polri harus mengantisipasi terjadinya gesekan di tengah masyarakat serta lakukan pemetaan terkait potensi konflik antar kelompok masyarakat di wilayah kita," kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Diingatkan,  yang perlu diwaspadai terkait konflik horizontal adalah terjadinya gesekan perbedaan identitas politik, penistaan agama serta SARA. Untuk mengantisipasi, Kapolda menginstruksikan agar jajarannya mendata potensi konflik dan mengambil langkah koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta stakeholder terkait.

Sementara konflik vertikal, lanjut Kapolda Jateng, jajaran Polri di Jateng untuk menguatkan sinergitas dengan TNI. Hal itu lantaran, TNI dan Polri merupakan satu kesatuan, ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

"Saya ingin sinergitas dan soliditas dengan TNI terus terjaga. Akan ada tindakan tegas bagi anggota apabila terjadi gesekan dengan TNI," tekan Kapolda.

Polda Jateng, papar Kapolda, berkepentingan untuk menciptakan situasi aman dan iklim investasi yang kondusif di wilayah Jawa Tengah. Saat ini masyarakat mulai pulih dari pandemi COVID-19 dan perekonomian mulai tumbuh dan berkembang.

"Merupakan kewajiban Polri untuk mencegah terjadinya 3 konflik tersebut guna menjamin kondusifitas iklim investasi dan pembangunan di masyarakat," tuturnya.

Ditambahkan, saat ini COVID-19 di wilayah Jateng cenderung melandai dan vaksinasi sudah mencapai 84 persen. Hal ini tercapai berkat gotong royong antara TNI-Polri serta stakeholder terkait dalam penanganan COVID-19.

"Namun begitu, jangan jumawa, saat ini di Jakarta saja Omicron sudah tembus seribu kasus. Jateng harus waspada," tekan Irjen Ahmad Luthfi.


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com