,
18 April 2019 | dibaca: 227 Kali
Siswa Paket C Sukses Ikuti UN Berbasis Komputer
noeh21
Ketua PKBM Budi Utomo Sutrisno, SE. Memberikan pembinaan kepada siswa paket C usai penyelenggaraan UNBK.
Rembang, Skandal

Sistem penyelenggar nal Berbasis Komputer (UNBK) setingkat SMA  atau Sederajat yang sebelumnya hanya diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Formal, kini UNBK merambah di Lembaga Pendidikan Non Formal (PNF) yang menangani program pendidikan Kesetaraan Paket C.


Siswa Paket C Setara SMA Tanpak Serius Mengikuti UNBK di SMA Negeri 1 Lasem.


Begitu disampaikan Kepala Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Budi Utomo –Rembang  Sutrisno, SE, usai menyelenggarakan UNBK bagi 74 siswa Paket C Setara SMA tahun pelajaran 2018-2019 bertempat di SMA Negeri 1 Lasem, Selasa (16/04) 2019.

Dia mengatakan, penyelenggaraan UNBK bagi siswa Paket C berlangsung selama 4 hari Sabtu-Selasa (13-16 April 2019). Terdapat 8 pelajaran yang diujikan, yakni; Bahasa Indonesia, Geografi, Bahasa Inggris, Sosiologi, Matematika, PKn, Ekonomi, dan Sejarah.

“Porsi 50 butir soal dalam bentuk mutiple choice dan tidak ada soal uraian. Dimana tingkat pendalaman soal-soalpun berbeda dengan formal, karena disesuaikan dengan pendalaman dan kemampuan siswa Paket C,” katanya.

Soetrisno mengaku, UNBK di lembaganya diawali 2018 lalu, saat itu diikuti 58 siswa Paket C.  Awalnya ada beberapa kendala, menyangkut kesiapan, terutama siswa yang usia tua. Namun kendala itu bisa diatasi, karena siswa mau segera beradaptasi. 

“Kesiapan fasilitas komputer yang dimiliki lembaga cukup terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan mandiri. Sementara tuntutan penyelenggaraan UNBK bagi siswa Paket C menjadi keharusan,” ungkapnya.

Menurutnya, penyelenggaraan UNBK 2019 ini berjalan sukses berkat adanya dukungan semua pihak, sehingga siswa dapat mengikuti UNBK dengan baik.

Sebelumnya siswa  telah mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang berlangsung selama 4 hari dimulai sejak Jum’at-Senin (29 Maret-1 April 2019).

Disinggung soal biaya penyelenggaraan UNBK ia mengatakan, pemerintah telah menganggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang inklude melalui Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kesetaraan Paket C tahun anggaran 2019.

“Namun hingga saat ini masih dalam proses pencairan, sehingga untuk biaya penyelenggaraan UNBK lembaga harus mengeluarkan biaya lebih dulu sambil menunggu biaya cair,” katanya.

Salah satu siswa Paket C Umi Suwaibah mengaku senang dapat mengikuti UNBK tahun ini. Sebelumnya ia tak dapat menyelesaikan pendidikan menengah atas karena faktor ekonomi yang memaksanya putus sekolah.

“Saya senang dapat sekolah lagi, sehingga ada kesempatan mengejar ketertinggalan pendidikan untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik,” akunya. (Sus/Tris/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya