,
20 Desember 2018 | dibaca: 577 Kali
Gede Made, Selamat Jalan Tokoh Penyiaran NTB
noeh21
Mataram, Skandal

Masyarakat penyiaran Nusa Tenggara Barat sedang berduka, menyusul  berita tentang sosok penyiar senior, Gede Made Sarjana yang meninggal dunia pada Rabu tadi malam (19/12). Kini jenasah disemayamkan di rumah duka, Lingkungan Bagirati Karang Taliwang Cakranegara, Mataram. 

Kabar meninggalnya penyiar idola lintas generasi ini seketika menyeruak di dunia maya. Berbagai ucapan simpatik dan duka mendalam disampaikan banyak kalangan terutama koleganya dari praktisi siaran dan khalayak luas.

Banyak yang merasa kehilangan sosok penyiar handal ini. Maklum, kiprahnya di dunia penyiaran terbilang sangat lama, bahkan separuh hidupnya didedikasikan untuk mengabdi dan berkarya di dunia radio.

"Kita kehilangan tokoh penyiaran NTB yang penuh dedikasi dan inspirasi," kata Sukri Aruman, mantan Ketua KPID NTB yang kini menjabat sebagai Plt Ketua Dewan Pengawas LPPL Selaparang TV Lombok Timur.

Menurutnya, Gede  Made Sarjana adalah salah satu praktisi radio terbaik di Nusa Tenggara Barat.

"Beliau malang melintang sebagai praktisi radio sejak tahun 70-an dan hingga ajal menjemput, kesetiaan beliau kepada profesi sekaligus hobbi ini tidak pernah pudar,"jelasnya.

Ungkapan senada dilontarkan Chisnullah, Ketua PD PRSSNI NTB yang mengaku sangat kehilangan teman seperjuangan sekaligus pengurus inti di organisasi radio swasta nasional tersebut.

"Saya dengan beliau sama-sama mengawali karir di radio dan merasakan segala suka dukanya membangun idealisme dan eksistensi radio siaran hingga sekarang,"ungkap Direktur Utama Radio Mandalika Lombok ini.

Sosok Gede Made Sarjana memang dikenal sebagai penyiar dengan suara emasnya,  idola pendengar radio lintas generasi dengan nama udara Bang Indra. Beliau juga terlibat sebagai pengelola sejumlah radio swasta terkenal di Pulau Lombok, mulai Radio Gemini AM, Radio Suta Remaja, Radio Idola, Radio Shinta Rama dan terakhir sebagai Penanggungjawab Radio Mayapesona FM. 

Made juga beberapa kalo menjadi Ketua Pengurus Daerah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) NTB. Beliau juga dikenal sebagai Ketua PHDI Cakranegara Mataram. 

Sementara itu, Doddy, mantan gitaris Tragic Lunch, band indie terkenal Lombok era 2000-an mengaku kaget mendengar kabar duka meninggalnya sosok penyiar yang dibanggakan.

"Beliau adalah salah satu sosok penting dalam perjalanan tragiC Lunch kala itu. Beliau dan pak Sugriwa tidak memandang kami band ecek-ecek, bahkan beliau berdua sangat support band kami tanpa pamrih dan ikut memikirkan langkah band. Selamat jalan Pak Made,"katanya.
 
Ungkapan duka juga datang dari Bali. "Turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya  Pak Sarjana, kawan yang sama-sama berjuang untuk kemajuan industri radio. semoga Amor ring achintya," kata Dendan Ronggo Astono, Direktur Radio Phoenix Bali dalam pesan di jejaring media sosial facebook. (**)
Berita Terkait
Berita Lainnya