JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Setelah dua kali penundaan agenda Musyawarah Nasional ke VI Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Denpasar, Bali (November 2020), dan Bandung, Jawa Barat (Juni 2021), lantaran wabah Covid-19, akhirnya disepakati di gelar pada 11 – 13 Ferbruari 2022 di Bandung.
Menurut Ketua Organizing Committee (OC) Munas AAI ke VI Wawan Darmawan, di Bandung ada dua lokasi tempat pemungutan suara (TPS), yakni Hotel Holiday Iin Pasteur dan Hotel Arya Duta.
“Selain itu, juga dilakukan di empat kota, yaitu Medan, Palembang, Jakarta dan Denpasar,” jelas Wawan kepada Tabloidskandal.com melalui pesan singkatnya, Sabtu (5/2/2022).
Sebelumnya, ketika Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) AAI 2021 di Jakarta (11/12/2021), dijelaskan kalau Munas AAI ke VI dilaksanakan secara hybrid di beberapa kota. Artinya, sekitar 2.000 peserta bisa memilih calon Ketua Umum AAI tidak dalam satu ruangan.
Juga disepakati, peserta Munas AAI yang hadir tidak barada di dalam satu tempat secara berkerumun. Hal ini sebagai upaya penerapan protokol kesehatan (Prokes) dengan baik, di samping ketentuan lain dalam mengantisipasi pandemi Covid-19.
Advokat Wawan Darmawan menjelaskan, sejauh ini calon Ketua Umum AAI masih terdaftar dua kandidat, belum ada penambahan selama Munas AAI ditunda.
“Masih terdaftar atasnama Palmer Situmorang dan Muhamad Ismak (inkamben). Tak ada lagi,” ujarnya.
Setiap paket kandidat tersebut terdiri dari, paket Palmer Situmorang (ketua umum), Efran Helmi Juni (wakil ketua umum) dan Hendri Donal (sekretaris jenderal). Sementara Muhammad Ismak (ketua umum), Ranto Parulian Simanjuntak (wakil ketua umum) dan Wenda (sekretaris jenderal).
Cuma sayangnya, salah satu pendamping Muhamad Ismak, yakni Ranto Parulian Simanjuntak kesandung persoalan hukum. Ditangkap polisi dan dijadikan tersangka dugaan penggelembungan piutang PT Humpuss Patragsa dan Humpuss Trading, dari semula Rp 172,084 miliar menjadi Rp 414,629 miliar.
Sepertinya berat bagi kubu Muhamad Ismak memberi kepercayaan kepada anggota AAI di dalam Munas Ke VI, mengingat calon Waketumnya kesandung kasus hukum.
Calon Kuat
Dari pemantauan Tabloidskandal.com di beberapa daerah, calon kuat untuk menjabat Ketua Umum AAI periode 2022-2027 adalah advokat senior Palmer Situmorang. Sebagian besar berharap di tangan pengacara tersebut organisasi advokat ini kembali bangkit setelah banyak kehilangan anggotanya.
Dari data yang sempat dihimpun, di era kepemimpinan Advokat senior Humprey Djemat (2010-2015), tercatat anggotanya sebanyak 12.000 pengacara tersebar di 115 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AAI di seluruh Indonesia.
“Kini hanya 64 DPC yang terlibat dalam Munas AAI ke VI,” sebut Wawan Darmawan.
Lantaran penyusutan yang cukup signifikan, banyak anggota AAI berharap organisasinya kembali dipimpin oleh advokat senior yang sukses dan profesional seperti Humprey Djemat. Sebab, ketika dipimpin advokat muda, Muhamad Ismak, ternyata malah terjadi penyusutan. Sebagian besar mereka hijrah ke Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).
Dari hasil perbicangan dengan anggota AAI dibanyak daerah, agaknya sebagian besar anggota AAI di wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Sumatera dan lainnya lebih memilih Palmer Situmorang sebagai pimpinan berikutnya. Mereka memilih advokat senior itu lantaran punya segudang prestasi dan pengalaman di organisasi pengacara. Pada tahun 1985 tercatat sebagai Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) DKI Jakarta. Dan salah satu pendiri sekaligus menjabat di DPP AAI sejak 1990.
Menurut Profesor, Doktor Suhandi Cahaya, SH, M.H, MBA, saat ini yang cocok memimpin AAI adalah Palmer Situmorang. Selain senior, juga menyandang kesarjanaan S3 (Doktor), pengetahuan soal hukumnya cukup baik, dan berani berkorban untuk organisasi.
“Palmer punya target memajukan organisasi, dan tidak akan mencari uang dari organisasi, karena dia cukup sukses di profesinya,” kata advokat senior Prof. Suhandi kepada Tabloidskandal.com melalui pesan singkatnya, Sabtu (5/2/2022).
Profesor Dr. Suhandi Cahaya, SH, M.H, MBA (foto Istimewa)
Seperti diketahui, selain sebagai salah satu pendiri AAI, Palmer Situmorang juga dikenal banyak berjuang dan berkorban untuk perkembangan AAI sejak diproklamirkan pada tahun 1990. Dia juga advokat sukses membangunan kantor hukum dan rumahtangga. Salah satu syarat menjadi calon pimpinan yang jadi sorotan anggota peserta Munas AAI ke VI.
Soal pendidikan, Palmer Situmorang mendapat gelar sarjana hukum dari Unkris pada 1982, kemudian master hukum (S2) diperolehnya dari Unpad pada tahun 2013 dengan nilai akademik tertinggi, dan menjadi juara kelas untuk jurusan hukum pidana. Judicium dengan predikat Cumlaude.
Adapun gelar doktor diperoleh dari UUM (Malaysia) pada tahun 2019, dan predikat Cumlaude. Palmer Situmorang adalah mahasiswa Indonesia pertama yang menjadi juara di lembaga pendidikan peringkat internasional di negeri jiran tersebut.
Jika Palmer Situmorang mendapat kepercayaan dari anggota AAI ada lima visi misi yang akan diterapkan secepat mungkin dalam program kerjanya. Yakni, memulihkan, menyelamatkan marwah dan martabat AAI; Membesarkan AAI dengan mengaktifkan kembali ratusan cabang yang fakum/mati, membangun data base digital untuk memudahkan pengguna jasa hukum mengakses advokat AAI; mendirikan Posbakum di semua ibukota provinsi, mewajibkan ketua DPC ex-officio Ketua Posbakum memberikan pelayanan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu, sekaligus sebagai tempat pengkaderan kaum milineal lulusan PKPA; memanfaatkan ketokohan dan jaringan kandidat ke pusat kekuasaan, politik, media massa demi kesetaraan AAI dengan organisasi advokat lainnya, lembaga penegak hukum, dan memberi perlindungan anggota AAI yang tersandung masalah hukum; mengembangkan pendidikan untuk anggota baru AAI, dan pendidikan lanjutan melalui kerja sama dengan pemerintah bagi anggota yang memenuhi kriteria.
“Saya salah satu pendiri AAI, jadi paham betul organisasi ini sejak 1990. Karena itu saya prihatin atas situasi yang terjadi setelah Humprey Djemat tak lagi bersedia menjabat untuk yang kedua kali. Saya harus menyelamatkan AAI dari kehancuran,” kata Palmer Situmorang kepada Tabloidskandar.com belum lama ini.