,
26 Oktober 2019 | dibaca: 1600 Kali
Gempar Minta KPK dan Kejagung Usut Dugaan Korupsi Bupati Pemalang
noeh21

Jakarta, Skandal

Sejumlah mahasiswa Pemalang, Jawa Tengah menggelar demo di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Jum'at kemarin, 24/10. Mereka membakar gambar Bupati Pemalang menyusul kasu-kasus dugaan korupsi yang melilitnya.

Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya ( Gempar ), mereka menuntut agar lembaga anti rasuah itu mengusut  kasus-kasus korupsi Bupati Pemalang. 




Tuntutan itu antara lain mangkraknya Pasar Randudongkal yang hingga kini belum selesai. Mereka menuding adanya degaan korupsi secara masif yang dilakukan Bupati bersama keponakannya selaku kontraktor tunggal yang diduga melakukan mark up.

"Tuntutan itu semakin banyak berdasarkan laporan dari masyarakat Pemalang melalui Posko pengaduan kami di Medsos," ujar mahasiswa dalam orasinya.

Ia juga menyebut ada 12 dugaan yang muaranya penyelewengan penggunaan dana pemerintah, baik program PKH, BMUMDes dan sebagainya. 

Terlebih belakangan ini muncul simpatik dari masyarakat tentang nasib Pasar Randudongkal  yang melakukan penggalangan dana untuk mrlanjutkan pembangunan pasar tersebut.





"Kami miris, karena kesalahan oknum Pemkab, dampaknya kepada para pedagang dan masyarakat biasa," urai orator.

Dosa lainnya dugaan korupsi senilai Rp 10.437 miliar, pengadaan pefalatan SID di 210 desa di Kabupaten Pemalang, dugaan penyimpangan pekerjaan pengurukan tanah Kantor DPRD Pemalang 2016 hasil temuan BPKB. 

"Tapi sampai saat ini belum ada satupun penyidik maupun jaksa melakukan penyidikan," tandasnya.

Karena itu, demo meminta KPK dan Kejaksaan Agung turun tangan menyelesaikan dugaan korupsi Bupati Pemalang yang ditenggarai asetnya terus menggelembung. Di antaranya memiliki pendidikan berupa 2 SMK, rumah makan dan beberapa perkebunan.

 "Kami akan datang dengan massa yang lebih besar, jika tuntutan kami diabaikan," jelas mereka.
Berita Terkait
Berita Lainnya