Tutup Menu

Di Tengah Marak E Bisnis, Pelaku UMKM Harus Mampu Berinovasi

Senin, 17 Januari 2022 | Dilihat: 148 Kali
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya Arief Nasrudin (foto istimewa)
    
Penulis : Taufik Rachman
Editor   : H. Sinano Esha

Jakarta –Tabloidskandal.com  ll Di tengah maraknya layanan berbasis elektornik bisnis (e-Bisnis), masyarakat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah UMKM) harus mampu bersaing dan berinovasi. Jika tidak, akan tetap berpola mainstream, sementara sistem layanan bisnis (jual-beli), pelayanan konsumen dan kolaborasi dengan partner bisnis saat ini sudah menggunakan elektronik sebagai alat transaksi.

Demikian dikatakan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Pasar Jaya Arief Nasrudin, berkaitan dengan keberhasilan Ai Nety Sumidartini meraih strata doktor dengan nilai “A” pada Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, pada 12 Januari 2022.
  
Bagi Perumda Pasar Jaya, menurut Arief, keberhasilan Ai Nety Sumidartini suatu kebanggaan. Bagaimana tidak, disertasi bertajuk: “Pengaruh Literasi Keuangan dan Kapabilitas E-Bisnis Terhadap Ketahanan Usaha Keuangan Pada Pasar Tradisional yang Membuka  Layanan E-Bisnis di Propinsi DKI Jakarta” yang disampaikan pada seminar Hasil Riset (SHR), di gelar secara ofline dan online, merupakan hasil riset dan kajian di Perumda Pasar Jaya, perusahaan BUMD milik Pemda DKI Jakarta.

Baca Juga: Ai Nety Sumidartini Peneliti Pasar Tradisional Raih Gelar Doktor

“Kami (Perumda Pasar Jaya) turut bangga dapat menjadi bagian dalam penyusunan desertasi tersebut,” kata Arief seraya menambahkan, selama ibu berputra dua itu melakukan riset dan pengkajian, pihaknya selalu memberi dukungan dan suport.

Dirut Perumda  Pasar Jaya mengingatkan, UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian negara, dan memiliki peran penting dalam kemajuan serta ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis.

Salah satu contoh, lanjut Arief Nasrudin, ketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1998, tak sedikit usaha berskala nasional dan internasional gulung tikar, bangkrut secara ekonomi. Tapi, sektor UMKM ternyata tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.  Ada tiga alasan kenapa sektor kecil menengah ini bertahan di tengah krisis ketimbang usaha besar.

Pertama, pelaku UMKM dalam memproduksi serta memberikan jasa layanan atas dasar permintaan. Kedua, modal usahanya sebagian besar bukan dari hasil kredit bank. Dan ketiga, modal UMKM terbatas, sementara pesaing di pasar cukup  beragam.  
    
Karena itu, dia menegaskan, sudah selayaknya UMKM mendapat atensi yang lebih untuk bisa berkembang dalam mengikuti tren maupun inovasi yang tengah berlangsung saat ini.  Terutama di tengah perkembangan e-Bisnis.                  

"Semoga hasil penelitian yang telah dilakukan ibu Ai Nety Sumidartini di Pumda PD Pasar Jaya dapat memberikan sumbangsih kepada seluruh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Saya ucapkan selamat atas prestasi gelar doktorkepada ibu Ai Nety Sumidartini," pungkas Arief.          
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com