,
26 Februari 2021 | dibaca: 62 Kali
Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, SH, M. Hum Lantik 5 (Lima) Pasangan Bupati Dan Wakil Bupati 2020
noeh21
Pontianak – tabloidskandal.com
Bertempat di Ruang Balai Petitih Jl. Ahmad Yani Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, SH, M. Hum melantik lima pasangan Bupati dan wakil Bupati, Jum'at 26/2/21.
 
Lima pasangan Bupati dan wakil Bupati (Wabub) adalah hasil pilkada th 2020 berdasarkan surat Kemendakri RI Nomor 131/966/OTDA tentang pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil walikota tertanggal 15 Februari 2021.
 
"Adapun 5 pasangan Bupati dan wakil Bupati yang yang dilantik  adalah Bupati dan wakil Bupati Sintang jarot Winarto - Yosef Sudiyanto, Bupati dan wakil Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa - Klusen, Bupati dan wakil Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan - Wahyudi Hidayat, Bupati dan wakil Bupati  Bengkayang Sebastianus Darwis - Syamsul Rizal serta Bupati dan wakil bupati Ketapang Martin Rantan -  Farhan.
 
Proses pelantikan dilaksanakan sesuai aturan Protokol Kesehatan Covid - 19 dan ketat, juga dari Media meliputi di batasi. Para tamu dan undangan wajib pakai masker serta jaga jarak saat di wawancara awak Media.
 
Kata sambutan pesan pertama oleh Gubernur Kalimantan Barat untuk Bupati dan Wabub yang telah dilantik masalah Covid - 19 dan Kebakaran Hutan (Karhutla) Kalbar.
 

"Dikatakan Sutarmidji Untuk Covid - 19 masyarakat luar Kalbar yang masuk Kalimantan Barat wajib harus negatif PCR pesan kepada Bupati dan Wakil Bupati (wabub) yang baru, walaupun nanti Kementerian Perhubungan menetapkan tanggal 1 april 2020 pakai Genosa, saya katakan tetap pakai negatif PCR." tegasnya.
 
"Terkait kebakaran lahan dan hutan, hingga saat ini baru Ketapang dan Sanggau yang sudah menetapkan tanggap darurat bencana"menurutnya.
 
Penetapan status ini penting dilakukan Kepala daerah ditingkat Kabupaten agar mempermudah untuk meminta bantuan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan  bencana yang terjadi.
 
Provinsi baru bisa menetapkan, kalau ada dua Kabupaten yang sudah menetapkan. Kenapa harus ditetapkan siaga, agar kita supaya mudah minta bantuan kepada BNPB.
 
“Bupati yang baru dilantik agar peran aktif menjalin dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, terlebih berkaitan dengan pembangunan agar ada keselarasan dalam pembangunan antara Kabupaten dan provinsi." Ujarnya
(RH)
Berita Terkait
Berita Lainnya