Tutup Menu

Identitas Tangerang Harus Dimunculkan

Jumat, 02 September 2022 | Dilihat: 656 Kali
Peh Cun, Lomba Perahu Naga dan Tari Cokek
    
Pelapor : Fauzi Rahim
Editor    : H. Sinano Esha

TANGERANG –Tabloidskandal.com ll Awal dari kemajuan bangsa, atau suatu daerah adalah identitas. Tanpa itu, bangsa atau daerah tidak akan dikenal oleh masyarakat dunia, susah berkembang dan sulit untuk maju.

Demikian dikatakan Thomas Sugiarto, kader terbaik dalam Pendidikan Kader Pratama (PKP) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang tahun 2022, yang di gelar di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, selama tiga hari (19-21 Agustus 2022).

“Rakyat Indonesia menjadi bangsa besar karena identitasnya, yakni bangsa yang memiliki ribuan pulau, ramah tamah, keragaman suku, agama, budaya dan bahasa. Identitas lain yang tak kalah pentingnya adalah toleransi,” paparnya ketika berdiskusi di kediaman Tomy Suherman, tokoh muda penggerak NU Kab. Tangerang, Kamis (31/8/2022).

Warga Tangerang, lanjut dia, kadang keberatan mengaku tinggal di Tangerang. Lebih memilih sebagai penduduk Jakarta, padahal KTP-nya keluaran Pemda Tangerang.



“Ada dua kemungkinan alasan pengakuan itu. Pertama, soal gengsi lebih tinggi mengaku warga Jakarta. Dan kedua, ini soal identitas, dia merasa Tangerang belum memiliki identitas,” ujar peraih Plakat dan Medali Kader Terbaik DPP PDI Perjuangan Tahun 2022.

Menurut Thomas, sebagai putra asli Tangerang dia tak sependapat Tangerang belum punya identitas.

“Wajar jika yang mengatakan itu warga pendatang. Sebagai putra Tangerang, saya tegaskan wilayah kelahiran nenek moyang ini sudah ratusan tahun memiliki identitas. Khususnya terkait budaya,” jelasnya.                                                                  


Identitas Tangerang, katanya, sejak dulu dikenal dengan Tari Cokek, Ga
mbang Kromong, Peh Cun dan musik The Yan. Bahkan Tari Cokek sudah mendunia. Begitu juga tradisi Peh Cun dengan lomba Perahu Naga di Sungai Cisadane, dilakukan sejak tahun 1900 sudah menjadi destinasi wisata Tangerang.


“Sayangnya, baik pemerintah setempat maupun warga Tangerang, kurang serius melestarikan budaya yang menjadi identitas kotanya. Sebagai kader partai saya berkeinginan Tangerang memunculkan identitas seperti: Cokek, atau Peh Cun. Dua budaya ini cukup popular di kawasan Asia,” papar Thomas.

Seperti diketahui, 100 kader yang terlibat dalam PKP DPC PDI Perjuangan Kab. Tangerang Tahun 2022, tiga kader dinyatakan berprestasi tinggi. Pertama Thomas Sugiarto, kemudian Tiorland Simanjuntak (perwakilan wanita) dan ketiga Ahmad Riyadul.

Khususnya Thomas Sugiarto, kader ini mendapat nilai 84/90 dari seluruh soal pretest selama PKP.  Karena itu dia mendapat  Plakat Kader Terbaik diserahkan Sekjen DPP PDI Perjuangan Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, MM, dan Medali Kader Terbaik disematkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI, dr. Ribka Tjiptaning.

“Sebagai kader partai, saya menilai PKP merupakan kaderisasi untuk kesadaran berpolitik, dan berorganisasi. Sebagai kader harus punya kesadaran itu, sehingga kemampuannya tak diragukan lagi ketika berada di tengah masyarakat,” pungkasnya.


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com