,
28 Oktober 2019 | dibaca: 154 Kali
Warga Apartemen Mediaterina Resah, Anies Harus Turun Tangan
noeh21

Jakarta, Skandal

Warga Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat, resah lantaran hak mereka membuat 
Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) dikebiri oleh pengembang.

"Karena itu warga meminta agar Gubernur DKI Anies Baswedan turun tangan. Jangan diam," tegas warga. Terlebih Pergup yang ditandatangani Anies Desember 2018 silam, jelas-jelas dikangkang pengembang. 

"Kok aneh, ada pihak yang mrlanggar dibiarkan saja,' tambah warga dongkol





Padahal, sesuai dengan Pergup Nomer 132 tahun 2018 yang ditandatangani Anies, para warga dapat membentuk P3SRS. Cuma "haul" mereka belum berjalan mulus lantaran masih ada kepentingan dari pengembang.

"P2RS tidak lagi mempunyai legalitas hukum mengelola sarana, maupun aset yang ada di apartemen Mediaterina," tegas seorang warga kesal.

P2RS itu bentukan pengembang sepanjang warga apartemen belum memiliki status kepemilikan. Selama itu pula P2RS yang menikmati pengelolaan apartemen dari mulai parkir, tagihan listrik, air PAM dan sebagainya.

Lagi-lagi warga menyebut kepentingannya menyangkut fulus,   keberadaan P3SR tidak leluasa."Coba hitung pemasukan mereka," ujarnya.

Bahkan "orang-orang" P2RS itu juga ditenggarai melakukan intimidasi kepada pemilik apartemen. Selain itu penghuni apartemen dibatasi aksesnya karena dianggap tidak membayar iuran pengelolaan lingkungan, biaya air PAM dan listrik.

Untungnya para penghuni sigap. Mereka mengambil alih melakukan pembayaran pada bulan September agar penghuni tidak terganggu.

"Tudingan itu benar-benar keterlaluan," ujar seorang warga dengan nada tinggi. Bahkan PLN pernah akan memutuskan aliran listrik ke apartemen lantaran belum membayar.

“Makanya, kami minta agar Pak Anies selaku Gubernur DKI untuk menindak tegas ‘pengembang nakal’ itu. Karena, mengacu pada Pergub Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik seharusnya pengelolaan apartemen itu diserahkan sepenuhnya kepada penghuni atau pemilik apartemen melalui wadah organisasi penghuni apartemen. Mulai dari pengelolaan parkir, pembayaran tagihan listrik, air PAM dan lain-lain,” imbuhnya.

Ia yakin, resahnya warga apaetemen akan selesai jika Anies turun tangan untuk menegakkan peraturan yang ditandatangani sendiri. (Isn)
Berita Terkait
Berita Lainnya