,
30 September 2018 | dibaca: 43 Kali
Ribuan Pelari Adu Cepat di Diponegoro 10 K
noeh21


Semarang - Skandal

Dalam rangka memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat khususnya di cabang lari, Kodam IV/Diponegoro menggelar ajang “Diponegoro 10K”. Ajang lari yang digelar di kawasan Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (29/09/18) pagi setidaknya diikuti oleh sekitar 4.500 orang pelari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada peserta dari Kenya. 

Sejak subuh, para peserta sudah siap untuk beradu kecepatan menempuh jarak 10 KM  yang dimulai dari titik start di Simpanglima menuju Jl. Gajah Mada, Jl. Depok, Jl. Pemuda, Tugu Muda, Jl. Dr. Sutomo, Jl. S. Parman, Jl. Veteran, Jl. Sriwijaya, Jl. MT. Haryono, Jl. A. Yani dan kembali finish di Simpanglima. 





Lomba lari yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke 73 TNI dan HUT 68 Kodam IV/Diponegoro ini dibuka langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen. Pol. Drs.Ahmad Luthfi, S.H., S.S.T., M.K., Ketua KONI Jateng Brigjen TNI (Purn) Subroto dan Kepala Kanwil BRI Semarang serta Forkopimda Jateng dan Kota Semarang.

Sebelum diberangkatkan,  Pangdam mengajak kepada semua yang hadir untuk mendoakan saudara kita yang terkena musibah gempa dan sunami di Palu Sulawesi Tengah, agar diberi ketabahan dan kekuatan. 

Tampil sebagai juara I kategori umum putra diraih Agus Prayogo dari Bandung, juara II Samson dari Kenya dan juara III Nursodik dari Kodim Bantul. Sedang untuk putri juara I diraih Odeka Naibaho dari Jakarta,  juara II Septiana dari Blora dan juara III Novita juga dari Blora. 

Pada kategori TNI Polri putra juara I Wiriyanto dari Kodam III/Slw, juara II Pandu dari PAAD dan Khamid dari PAAD. Di kelompok putri juara I diraih Bektiningsih, juara II Mega,  juara III Yunitasari yang kesemuanya dari PAAD. 

Kategori pelajar putra masing-masing Ferdiansyah Semarang,  Yusman lJakarta dan Maazi dari Salatiga. Untuk putri masing-masing Rieke dan Nani dari Salatiga dan Layla dari Blora. 

Sedangkan di kelompok master putra juara I Noce dari Blora, juara II Musiyamin Malang dan juara III Heri dari Jombang. Pada bagian putri juara I diraih Raquel dari PAAD,  juara II Siti Majapahit dan juara III Heldana Cilegon

Pangdam IV/Diponegoro disela-sela kegiatan menuturkan, Diponegoro 10K sengaja kita gelar untuk mencari bibit-bibit pelari yang nantinya dapat menjadi atlet daerah, nasional atau bahkan internasional. 

Selain sebagai sarana olahraga, ajang ini juga sebagai sarana refreshing guna membangun semangat baru ditengah-tengah rutinitas tugas dan kegiatan yang cukup kompleks.

"Semoga acara ini dapat memupuk kebersamaan masyarakat Semarang dan sekitarnya", harap Pangdam.

Menurut Mayjen TNI Wuryanto, bila fisik dan mental kita selalu dalam kondisi segar, pikiran kita menjadi jernih, sehingga kita akan lebih bersemangat, percaya diri dan senantiasa dalam kondisi siap menghadapi tuntutan dan tantangan tugas apapun bentuknya.  

"Dengan rasa optimis yang tinggi, kita akan mampu pula menghadapi segala kendala dan hambatan maupun kesulitan", jelas Pandam.

Pangdam berpsean agar masyarakat terus menjaga fisik dan mental kita agar selalu dalam kondisi yang prima, dengan cara melakukan kegiatan olah raga lari secara teratur.

Ditanya soal gempa di Palu,  Pangdam menyampaikan Kodam akan memberikan bantuan kepada korban gempa dan sunami di Palu. Kodam juga siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu penanganan bencana tersebut.

“Untuk pasukan kita siap, TNI semuanya siap. Kita pasti siap kalau dibutuhkan, kita pasti akan kirim ke sana,” kata Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto. ( Tim/did )
Berita Terkait
Berita Lainnya