Tabloidskandal.com – Banjarbaru || Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Lab K3) mencatat pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 98 persen dari target Rp2,5 miliar hingga awal Desember 2024. Dengan optimisme tinggi, pihak Lab K3 menargetkan capaian penuh pada akhir tahun.
Kepala Lab K3 Kalsel, Noorlianisyah, mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja ini didukung oleh optimalisasi sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan alat yang tersedia. “Kami terus berupaya dengan SDM dan peralatan yang ada untuk memastikan target tercapai hingga tutup tahun 2024,” jelas Noorlianisyah pada Jumat (6/12/2024).
Saat ini, Lab K3 telah memperluas cakupan layanan dengan menambah jumlah tim penguji lapangan dari tiga menjadi empat tim. Setiap tim disesuaikan dengan parameter yang diminta oleh perusahaan yang menggunakan layanan Lab K3.
Lab K3 Kalsel melayani lebih dari 300 perusahaan, mencakup skala menengah hingga besar, yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta lintas provinsi hingga Kalimantan Tengah.
Jenis pelayanan yang diberikan meliputi pengujian iklim kerja, pencahayaan, kebisingan, getaran tubuh, kualitas udara di dalam maupun luar ruangan, serta kondisi lingkungan perusahaan. “Kami juga memberikan pelayanan higiene perusahaan dan ergonomi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman agar tenaga kerja lebih produktif,” tambahnya.
Promosi melalui media sosial menjadi salah satu faktor kunci peningkatan permintaan layanan Lab K3. Strategi ini terbukti berhasil mendongkrak jumlah klien yang setiap tahun terus bertambah.
“Kami terus memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak perusahaan. Hasilnya sangat signifikan terhadap peningkatan permintaan layanan pengujian,” ujarnya.
Dengan pencapaian yang hampir sempurna dan strategi promosi yang terus dioptimalkan, Lab K3 Kalsel percaya diri dapat menutup tahun 2024 dengan angka yang melampaui target.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD Kalimantan Selatan,” pungkas Noorlianisyah.