,
25 Mei 2020 | dibaca: 3929 Kali
DKK Kendal Tepis Daerahnya Zona Merah
noeh21



Skandal Kendal.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal ( DKK) , Ferynando membantah Kendal masuk Zona Merah Covid 19, meski potensinya bisa masuk ke wilayah tersebut.

"Kami menghimbau masyarakat agar jangan menyepelekan peringatan pemerintah terkait jaga jarak, pakai masker , cuci tangan, jangan kumpul- kumpul. Karena semua yang positif rapid test sama sekali tidak menunjukan gejala batuk, pilek , tenggorokan sakit maupun pneumonia
Artinya bahwa di sekitar kita ada banyak orang yang mungkin berpotensi membawa virus tapi gejalanya tidak muncul," ujarnya, Minggu, 24/5.

 Ferynando  menjelaskan Rapid test bukan untuk mengecek ada tidaknya virus, namun untuk mengecek ada tidaknya antibodi yang dikeluarkan tubuh.
Hasilnya reaktif atau non reaktif?

Bila reaktif atau istilah masyarakat positif maka harus dilakukan pemeriksaan cairan yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan yang dikenal dengan istilah pemeriksaan Swab di laboratoriaum.

"Hasil pemeriksaan Swab inilah yang akan membuktikan jenis virus yang membuat tubuh keluarkan antibodi," jelasnya. 

Namun Ferynando mengakui, jika belakangan ini memang ada beberapa warga Kendal yang dirawat di RS Darurat Covid 19 Kendal,"Info warga Kendal banyak yang positif rapid test benar', sekarang sudah 30 orang dirawat di RS Darurat covid19 Kendal," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui belakangan ini telah beredar kabar di media sosial , jika Kendal disinyalir sudah masuk Zona Merah Covid 19, diduga setelah banyak warga di rapid dan test swab hasilnya banyak yang positif di antaranya di Pegandon ,Patebon, Kalirejo Cepiring, Sumbersari, Sikucing, Weleri dan sekitarnya menjadi zona merah, karena banyak yang terjangkit.

"Hati-hati, teman-teman dan saudara-saudara semua, tahan dulu untuk tidak kemana-mana dulu,' ungkap pesan yang beredar di media sosial (tim jateng)
Berita Terkait
Berita Lainnya