,
17 Februari 2020 | dibaca: 424 Kali
Demi Ketentraman Warga Pancer, Balawangi &Tokoh Pemuda Banyuwangi Siap Pasang Badan
noeh21


Banyuwangi, Skandal

Gejolak yang muncul di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, memancing reaksi sejumlah aktivis Bumi Blambangan. Mereka mengaku pasang badan sterilkan Dusun Pancer dari pihak luar. 

“Kami sangat prihatin, dan merasa terpanggil atas kondisi yang terjadi di Pancer,” kata Ketua Balawangi, Sholehudin, Minggu malam (16/2/2020).

Pernyataan tegas tersebut disampaikan saat acara diskusi di café Jakarta, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pemuda Bumi Blambangan. Salah satunya  Agus Setiawan, Ketua Paguyuban Pekerja Pertambangan Banyuwangi.

Menurut Soleh, sapaan akrab Solehudin, apa yang belakangan terjadi di Pancer, sudah tidak bisa ditolelir. Dimana masyarakat kecil seolah diaduk dan saling dibenturkan. Antara warga yang bisa menerima keberadaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dengan kelompok kontra.

Sudah menjadi rahasia umum, sejumlah pentolan gerakan anti tambang emas PT BSI, memang diketahui dari warga luar Desa Sumberagung. Bahkan belakangan kembali muncul pihak yang berpotensi menciptakan gangguan stabilitas keamanan di masyarakat.

“Kasihan masyarakat Pancer, mereka jadi resah, setahu kami mayoritas masyarakat itu netral dan sebagian lain bisa menerima keberadaan tambang, kalau pun ada yang menolak, dulu masih sangat santun, tapi kini menjadi ada jarak,” ungkapnya.

Sementara itu, Agus Setiawan, selaku Ketua Paguyuban Pekerja Pertambangan Banyuwangi, berharap masyarakat disekitar tambang PT BSI bisa saling menghargai. Baik kalangan pro maupun tolak.

“PT BSI kan tambang legal, keberadaanya dilindungi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” katanya.

Begitu juga, lanjut Agus, kelompok tolak silahkan protes. Karena itu hak warga negara dan dijamin UUD 1945 juga. Termasuk kalangan karyawan PT BSI, dia meminta juga untuk tidak diganggu atau dihalang-halangi. 

“Karena pekerjaan dan penghidupan yang layak adalah hak setiap individu dan dilindungi konstitusi,” cetusnya.

Dalam diskusi ini, Balawangi beserta sejumlah tokoh muda di Banyuwangi, sepakat akan hadir untuk masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Demi terciptanya ketentraman dan kondusifitas warga setempat. Sekaligus sebagai bentuk peran serta dalam mengawal penegakan supremasi hukum.{MS}
Berita Terkait
Berita Lainnya