,
30 Januari 2020 | dibaca: 1181 Kali
Tomo Kabag Perusahaan yang Arogan
noeh21


Kudus Skandal.

Ontran Ontran Tomo alias Tomang, Kepala Bagian PT Enggal  Subur Kertas  jadi gunjingan karyawan perusahaan itu yang berada di Jalan Raya Kilometer 10 di Desa Kali Seger, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Mereka meradang, bahkan membeber sikap perilaku Tomo yang bermulut api (fitnah). Aib tersebut diungkap oleh  sejumlah karyawan yang pernah jadi tumbalnya.
 
Fakta itu bukan isapan jempol. Buktinya, saat di konfirmasi oleh tim wartawan, Tomo ngadu ke seluruh pimpinan pabrik kertas, jika dia didatangi oleh wartawan terkait di dikeluarkannya sejumlah karyawan, tidak berada di  tempat.

Utomo, alias Tomang, adalah Kepala Bagian di perusahaan tersebut. Pria 2 anak  asli Desa Trangkil.atau tepatnya sebelah barat pabrik gula ternama di Pati  itu, di duga hoby main wadul (fitnah) termasuk  ngerumpi  jelek  sesama teman  bekerja.




Tomang juga dituduh hobi tumbak cucukan (suka wadu, ngadu dan fitnah) kepada bos perusahaan.

Misalnya saja SPT, JM dan I S. Ketiganya  warga Kecamatan Jekulo Kudus juga mengaku jadi korbannya Tomo.warga asli Trangkil Pati selalu jadi pergunjingan hampir seluruh karyawan Enggal Mumbul Kertas.

Dia dikabarkan selalu  mencari muka di hadapan bos.Sedangkan manager selaku atasan saja di K.O alias tidak berkutik.

"Ohh iya betul dia di sana posisinya sebagai kepala bagian, tapi arogansinya melebihi bos perusahaan.Banyak juga ya karyawan yang di keluarkan atas ulah aduan fitnah si tomo" ujar JM kepada tim media ini.

Sementara hari Senin belum lama ini, sekira pukul 19.30, tim media ini bertandang di rumah kontrakan Tomo di desa Bibis Kecamatan Margorejo Pati. Malam itu tampak sepeda motor tunggangan sang kabag berlisan api itu berada di depan rumah kontrakan.

Ketika ditanya dirinya sebagai Tomo,  Kepala Bagian PT Enggal Mumbul Kertas, dia membenarkan.

Dalam konfirmasi terkait sejumlah karyawan perusahaan kertas yang dikeluarkan  atas wadulannya, akibat laporan bumbu fitnah  kepada bos pabrik kertas itu, dia membantahnya.

"Itu tidak benar pak.Semua ada prosedurnya, yaitu managemen. Justru saya tidak tahu menahu terkait dikeluarkanya sejumlah karyawan"ujar Tomo.

Kemudian  saat tim media ini minta izin untuk ambil gambarnya pria kelahiran trangkil pati itu justru emosi.

"Maaf, bapak jangan memotret saya. Saya ini sedang sakit.Maaf pak saya ini sakit"katanya dengan berbagai alasan untuk menghindari cecaran wartawan.

Tokoh masyarakat Desa Bibis Kecamatan margorejo kabupaten pati.Martono.yang awalnya dimintai info tentang Tomo.

"Iya dia itu pendatang.di desa ini statusnya ngontrak .dia asli dari trangkil pati dulu  di pt pura kabarnya di duga ada masalah kemudian di keluarkan.Dan sekarang katanya di pabrik sebelah POM SPBU Kali Seger",ujar Martono yang juga aktivis Pati.

Lain lagi seperti yang di ungkapkan oleh FH.yang membeber soal tomo."Lho info yang berkembang dulunya di Desa Trangkil  punya masalah asusila dan asmara. Artinya mengganggu rumah tangga orang lain dengan Kades Trangkil yang di gauli hingga dia pernah di hajar habis oleh suaminya si kepala desa.Dia itu kurang ajar sama wanita wanita yang bersuami"kata FH saat konfirmasi di rumahnya belum lama ini.(timjateng)
Berita Terkait
Berita Lainnya