,
20 September 2020 | dibaca: 213 Kali
PTPN III Diduga Sewa Preman Hadang Konfirmasi Awak Media
noeh21

Sumut,Skandal

Perusahaan PTPN III yang beralamat di Jalan Perintis Pendidikan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai ,Sumatra Utara, diduga menggunakan  premanisme terhadap awak media saat melakukan investigasi 19/9  sekitar Pukul 15.37 wib

Investigasi dilakukan di Afdeling VI, karena ada temuan membuat awak media pun bergegas menuju Kantor Unit PTPN III Gunung Para. Setiba di depan Kantor awak media langsung dihadang yang diduga preman dan gerbang langsung ditutup rapat 

Preman tersebu membentak awak media dengan sebutan  "Apa kau".

Cara-cara tersebut dinilai tidak etis, terlebih awak media adalah Mitra Kerja Instansi, termasuk Mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Salah satu rekan awak media  mengecam aksi premanisme Pihak Manager Unit Gunung Para PTPN III. "Kita mau konfirmasi kok dibuat seperti ini .Kami Berharap Semoga Direktur Utama PTPN III secepatnya mencopot Manager seperti ini agar tidak terjadi terus seperti ini. Kita Konfirmasi Kok diginikan, emang kita ini apaan? Kita ini kan Mitra " ucapnya kesal 

Salah satu seorang dari pemerhati perkebunan BUMN mengatakan, saat awak media akan konfirmasi ke Manager Wahyu Cahyadi selaku pimpinan kebun unit Gunung Para mengatakan, tidak pantas diduga dari pihak kebun ada semacam preman menghalau di pintu gerbang kantor unit Gunung Para.

"Maksud tujuan awak media confirmasi langsung agar pemberitaan ini berimbang, akan tetapi sebelum masuk kantor unit Gunung para suda dihadang seperti seorang preman di pintu gerbang...apa maksudnya ini? Takut dikonfirmasi tentang temuan kalian," ucapnya saraya minta agar media menbongkar  semua KKN yang ada di Kebun Gunung Para ini.

Semoga pihak Direktur Utama PTPN III harus menindak tegas aksi yang tidak pantas dilakukan oleh Manager Unit Gunung Para PTPN III kepada Awak media.seharus atasan harus memberi management yang baik bukan diduga menyewa preman untuk menghadang awak media masuk.(A 01)
Berita Terkait
Berita Lainnya