,
13 Maret 2020 | dibaca: 365 Kali
PN Bojonegoro Beri Ijin Terdakwa Ikuti Unas  Atas Dasar Kemanusiaan Dan Permohonan orang Tua.
noeh21


Bojonegoro Skandal,   

Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro mengabulkan permohonan ketiga siswa untuk mengikuti ujian nasional yang diselenggarakan pada Senin 16 April 2020.
Ketiga siswa itu, YM, DF dan MI yang terlibat kasus pengeroyokan.




Menurut Humas PN Bojonegoro Isdaryanto,S.H,MH,saat dikonfirmasi mengatakan bahwa  Pengadilan Negeri memberikan ijin untuk dapat mengikuti Unas yang dilaksanakan minggu depan adalah murni kemanusiaan, setelah pihak orang tua mengajukan permohonan untuk dapat mengikuti ujian  nasional dalam minggu depan ini .

"Ini murni kemanusiaan dan permohonan pihak orang tua terdakwa ,dalam pengabulan ijin ini setelah berkoodinasi dengan pihak ketua PN Bojonegoro mengingat "beliau sedang Diklat" dan juga mengingat menimbang masa depan terdakwa yang masih muda," tutur Humas PN.

Penasehat hukum terdakwa dari ketiga siswa, Sunaryo Abu Ma'in,S.H.I & Rekan saat dikonfirmasi mengatakan kliennya sempat di janjikan oleh oknum yang mendatangi orang tua terdakwa di rumahnya dengan janji 1 bulan bebas dengan minta imbalan jutaan rupiah.

"Uang itu untuk lobby para hakim dan jaksa serta pengacaranya," ujar kuasa hukum. Jaksa, beserta hskim sempat berang atas ulah oknum R,Sy dan E yang minta uang jutaan rupiah tersebut.

Sidang yang dipimpin oleh Salman Alfarisi ,S.H,M.H, Sumaryono,S.H,M.H, Isdaryanto,S.H,M.H, panitera Khusairi,S.H dan JPU.Budi Endah Suryani ,S.H., kemudian sidang lanjutan akan digelar dalam Minggu depan setelah terdakwa mengikuti Ujian nasional,(Bond)
Berita Terkait
Berita Lainnya