,
05 April 2020 | dibaca: 160 Kali
Pemda Malra Dapat Apresiasi dari "Pemudik" Soal Corona
noeh21


Malra, Skandal

Langkah Pemkab Malra  dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Maluku Tenggara dalam mencegah wabah Virus Corona (Covid-19) mendapat apresiasi dari "pemudik" yang menempuh perjalanan dari luar kota Malra.

Para "pemudik" itu ditempatkan khusus karantina selama 14 hari demi menangkal di an mencegah wabah virus corona, khususnya di karantina Hotel Langgur.

 Maria Ditubun, salah satu warga yang menempati  karantina di Hotel Langgur kepada awak media mengucapkan terima kasih  kepada Pemda Malra yang telah menyiapkan tempa karantina.

"Terima kasih kepada Pemda Malra atas tempat yang layak untuk kami tempati menjalani karantina," ungkap Maria.

Di karantina itu mereka mendapat  makan dan minum sehari tiga kali,   dilayani oleh tim gugus tugas Covid 19 Malra.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan oleh tim medis juga terus dilakukan. "Setiap hari kami diperiksa kesehatan dan hingga kini kami semua tidak ditemukan gejala-gejala Covid 19," papar Maria.

Maria sendiri merupakan pemudik yang menempuh perjalanan dari Malaysia dan pulang karena Covid 19. Sebelum sampai di Malra,  dia sudah melalui pemeriksaan di Jakarta. "Tiba di sinipun saya dan lainnya diperiksa kesehatannya oleh medis di Pelabuhan Tual maupun di Hotel Langgur," sambung Maria.

Maria mengaku memilih  karantina di tempat yang  disediakan Pemda tl sesuai dengan himbauan Pemda. Selain itu juga karena ada penolakan dari warga lingkungan di sekitar kediaman keluarganya.

Maria berharap, masyarakat seharusnya tidak perlu berlebihan melihat "pemudik" terkait dengan Covid-19, karena mereka sendiri sudah melakukan pemeriksaan kesehatan bukan hanya di Malra, juga di luar daerah dengan hasil tidak ada gejala Covid-19.

"Karantina adalah langka pencegahan yang baik untuk mengantisipasi wabah Covid-19, maka sekali lagi trimakasi kepada Pemda Malra", tandas Maria. (**)
Berita Terkait
Berita Lainnya