Tutup Menu

Menyikapi Polemik di Keluarga Keraton Kadariah

Jumat, 05 November 2021 | Dilihat: 1105 Kali
    
 
Pontianak, tabloidskandal.com || Saat Media Skandal menemui salah satu Kerabat Keraton Kadariah Drs. H. Umar said AL-Qadri di salah satu Kantor tempat Ia bekerja, Kamis 4/11/2021.
 
Dalam kesempatan tersebut H. Umar said AL-Qadri berpendapat agar polemik yang terjadi harus disikapi dengan musyawarah mufakat.
 
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, dengan menyikapi peristiwa hal yang terjadi viral di Medsos, salah satu Raja Sultan Pontianak tentang Polemik keluarga Keraton Kadariah Pontianak.
 
Sungguh memalukan hal itu bisa terjadi dan sangat disayangkan, kemana dan kenapa para Penasihat Sultan, para yang menyandang Gelar Pangeran tidak memberi masukan yang baik, benar, bahkan ada yang bertindak arogan,"ucap umar AL-Qadri.
 
Setiap Raja ada keinginan atau merencanakan suatu kegiatan, wajib dibicarakan bersama - sama Para Penasihat serta Para Petugas Pembantu, meminta saran pendapat dari yang hadir dan rencana yang akan dilaksanakan harus diputuskan secara Musyawarah Mufakat.
 
Pada kesempatan ini saya mengingatkan, mungkin para Saudara, Keluarga, Kerabat Keraton lupa, atau tidak mampu membedakan bahwa Lembaga Keraton adalah Lembaga Budaya, Lembaga Kekerabatan yang cara pengelolaannya berbeda dengan pengelolaan Lembaga Sosial, Ormas atau Partai.
 
Perlu dipahami Kerajaan adalah Lembaga Budaya, Pemimpinnya Raja. Dengan demikian Pengelolaan Kerajaan mesti mengacu kepada Pelestarian Budaya yang pernah ada serta berlaku di Kerajaan. Untuk dapat Melestarikan Budaya, Raja mesti mengetahui, mengerti, memahami tentang Tatanan Kehidupan Berbudaya, demikian juga Para Petugas Kerajaan yang bertugas membantu Raja," ujarnya.
 
Mengelola Lembaga Kerajaan, landasan dasarnya Adab dan Adat yang berisikan antara lain :
- Kepada ALLAH SWT kita bersujud;
- Kepada RASULULLAH kita manud;
- Kepada Orang Tua kita hormat;
- Kepada yang Muda kita bersahabat;
- Kepada Masyarakat kita merapat;
- Raja Adil Raja disembah, Raja zalim Raja di sanggah;
 
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila tidak berkenan. Jika ada yang baik-benar datangnya dari ALLAH dan yang salah atau keliru dari saya pribadi.
 
Semoga ALLAH SWT senantiasa membimbing, menuntun kita ke jalan yang lurus, sebagaimana jalannya orang-orang yang telah diberi nikmat. Aamiin Allahumma Aamiin.” Dalam paparan Drs. H. Umar Said AL-Qadri
 
(Rep : Rakhman Hudri)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com