,
14 Oktober 2019 | dibaca: 316 Kali
Komite I DPD RI Desak Pemerintah Percepat Pembentukan DOB
noeh21

Jakarta, Skandal 

Pimpinan Komite I Fachrul Razi dalam rapat pleno perdana Komite I DPD RI meminta agar perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh Komite I DPD RI menjadi prioritas dalam masa sidang I kali ini. 

“Pentingnya DPD RI berperan dalam membuka keran moratorium DOB, karena sudah puluhan tahun daerah masih memperjuangkan pemekaran,” tegas Fachrul Razi, Senin (14/10).

Dia mengatakan sudah saatnya keran DOB terus dibuka mengingat kebutuhan di daerah.

“DPD saat ini memperjuangkan 173 DOB, bahkan bertambah jadi  314 DOB hingga saat ini,"  tuturnya.

 Fachrul menyebut dasar hukumnya DOB adalah ditandatanganinya dua RPP menjadi PP tentang Penataan Daerah dan PP Desain Besar Penataan Daerah (Desertada) yang sampai saat ini belum ditandatangani oleh pemerintah, sehingga DOB mampet.

"Kita akan adakan audiensi dengan Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Seluruh Indonesia (Forkornas) DOB seluruh Indonesia pada tanggal 12 November nanti," lanjut  Senator Aceh tersebut.

Menurut Fachrul, saat ini ada sinyal dari pemerintah membuka keran DOB untuk Papua. Hal ini harus direspon positif, meski calon DOB lainnya juga menjadi prioritas.

*Komite I Bentuk Pansus Papua*

Fachrul Razi yang juga Pimpinan Komite I, menginisiasi agar isu Papua dijadikan prioritas dalam masa sidang DPD RI Komite I. Hal ini mendapat respon dari anggota lainnya yang memutuskan agar Komite I membentuk Pansus Papua.

Komite I DPD RI dalam waktu dekat akan mengusulkan pembentukan Pansus Papua dalam rangka ikut membantu penyelesaian konflik Papua yang berkepanjangan. 

“Penyelesaian kasus Papua perlu pendekatan lain, jangan hanya menggunakan pendekatan militer,” ujar Ketua Komite I Teras Narang usai memimpin rapat pleno Komite I membahas draft Jadwal dan Program Kerja Komite I Masa Sidang I Tahun Sidang 2019-2020, di ruang rapat Komite I Gedung DPD RI Senayan Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

Rapat pleno tersebut dipimpin oleh Ketua Komite I DPD RI Agustin Teras Narang, Wakil Ketua Komite I Fachrul Razi, Djafar Alkatiri, dan Abdul Kholik. Pleno tersebut tidak hanya membahas jadwal dan Program Kerja Komite I Masa Sidang I Tahun Sidang 2019-2020, juga membahas persoalan Papua, Kunjungan Kerja ke daerah terkait Pilkada 2020, Usulan Revisi terhadap Undang-Undang Pilkada, Pertanahan, Daerah Otonomi Baru.

"Berkembang dalam rapat selain membahas jadwal yang terbatas sampai Desember 2019, kami memprioritaskan masalah Papua dan mengusulkan ada Pansus yang diprakarsai oleh Komite I," papar Narang.

Narang menilai,  masalah Papua tidak hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan militer, pemerintah dan daerah harus turun.  Begitupun DPD RI sebagai perwakilan daerah harus hadir. "Tadi kita semua sepakat akan akan membawa pada rapat pimpinan untuk dapat disepakati pada paripurna berkenaan masalah di Papua ini," ungkap Teras Narang.

Di masa sidang ini, lanjut Narang, Komite I juga akan mengusulkan adanya Revisi Undang-Undang Pilkada terkait pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020. (ML)
Berita Terkait
Berita Lainnya