,
20 Maret 2021 | dibaca: 795 Kali
Ketua LSM Gumi Paer Lombok Lalu Junaidi :
Jangan Suruh Bupati Kita Jadi Sales Beras dan Garam.
noeh21
NTB - tabloidskandal.com
Berdasarkan Surat Direktur Utama PD Agro Selaparang Nomor : 1.35/ PD.AS/e/IX/2020 Tanggal 3 September 2020 perihal permohonan himbauan, Satu - persatu loyalis "SUKMA" bersuara terkait dengan beredarnya perihal himbauan konsumsi garam cap lumbung dan beras kemasan produksi PD Agro Selaparang Nomor : 500 / 162 /EKO / 2020, yang di tujukan kepada Kepala Dinas / Badan / Instansi / Kantor Camat / Lurah / Kepala Desa / Kepala Sekolah Se - Kabupaten Lombok Timur, sesuai dengan amanah Perda Kabupaten Lombok Timur Nomor 2 tahun 2019 tentang perlindungan produk lokal.
 
 Lalu Junaidi Ketua LSM GUMI PAER LOMBOK yang juga loyalis SUKMA pada Pilkada 2018 yang lalu sangat menyayangkan sistem yang di lakukan oleh Direktur Utama PD Agro Selaparang SUKIRMAN, SH mengenai perihal permohonan himbauan kepada Bupati. Direktur Utama PD Agro Selaparang SUKIRMAN,SH terkesan tidak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai apa yang di amanahkan atau di mandatkan untuk mengelola dan memajukan BUMD dalam rangka mesejahterakan masyarakat Lombok Timur.
 
Menurut Lalu Junaidi seharusnya Direktur Utama PD Agro Selaparang yang harus kreatif dan cerdas untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan misalnya atau membina para petani atau kelompok tanikah namanya, jika seperti ini artinya membinasakan petani atau masyarakat , ujarnya Jumat, 19 /3/2021.
 
Seharusnya jelang musim panen raya saat ini harga padi juga turun, sistem yang bangun oleh Direksi PD Agro Selaparang adalah bagaimana membeli padi gabah petani dan memberdayakan lumbung pangan masyarakat Lotim.
 
Ia juga mengatakan banyak masyarakat di kalangan ASN mengeluh dan merasa di tekan dan kebanyakan ASN kita juga petani, dan juga yang harus mengeluarkan himbauan itu adalah Direktur PD Agro Selaparang tidak boleh pakai tangan Bupati untuk mensukseskan keinginan untuk mencapai sebuah tujuan yang tidak jelas, ini tidak etis intinya "Jangan Suruh Bupati Kita Jadi Sales Beras dan Garam" karena Bupati kita sangat banyak pekerjaannya mengurus rakyat Lombok Timur lalu di mana marwah Bupati kita, jangan di bebankan lagi Bupati dengan mengurus BUMD.
 
Menurut Lalu Kasturi Kapus Keruak semua ASN di tempatnya mengeluh dan tidak mau membeli beras sesuai himbauan karena sebagian besar juga ASN di tempat kami juga petani dan tidak membeli beras rata - rata menanam padi dan juga harga dari PD Agro ini agak mahal, ujarnya saat di konfirmasi wartawan tabloidskandal.com - NTB Jumat, 19 Maret 2021.
 
Pertanyaan kami sejak kapan PD Agro Selaparang punya produksi beras , coba tunjukkan mana produknya, karena selama ini sepegetahuan kami tidak pernah masyarakat petani kita di berdayakan misalnya pengadaan pupuk atau bidang yang lain, jika mengambil beras dan pasokkan beras dari luar terindikasi ada permainan dengan pengusaha beras besar dari luar yang akan membuat petani kita mati , UMKM dan pelaku usaha ekonomi yang lain juga terpuruk, dan yang kita mau adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dan intinya ekonomi rakyat harus di bangkitkan di saat pandemi Covid 19 dan kita tidak kapan berakhirnya dan ingat 3 M.
 
Dalam kontek berbangsa dan bernegara Bupati tidak boleh berbisnis terhadap rakyatnya sendiri dan harus mengurus rakyat Lombok Timur agar menjadi Aman Sejahtera dan Adil sesuai visi - misinya, jangan terjebak oleh orang-orang yang syarat dengan kepentingannya, dan kami tidak mau melihat Bupati diatur-atur, semua permasalahan mereka kembalikan ke Bupati, jika tidak mampu para Direksi yang di tugaskan mengembangkan dan memajukan BUMD harus malu sebaiknya minta mundur saja secara baik - baik dan kesatria.
 
Dan kami minta Bupati dan Wakil Bupati segera melakukan pemanggilan kepada tiga Direksi dan mengevaluainya dan menanyakan sanggup tidak atau siap tidak mengelola dan memajukan BUMD agar bisa memberikan kontribusi bagi daerah untuk kesejahteraan masyarkat Lotim
 
Kami juga akan minta pihak inspektorat Lotim dan BPKP untuk mengaudit dan melakukan pemeriksaan terhadap pemberian penyertaan modal Rp 2 miliar pada tahun 2020 dan juga bagaimana perkembangan keuangan BUMD terutama PD Agro Selaparang Lombok Timur, ujarnya.
 
Sejumlah guru SD juga dimasing - masing satuan pendidikan yang enggan di sebutkan identitasnya yang ada di kecamatan sakra, keruak, dan kecamatan lain di Lotim juga mengeluh dan merasa di tekan melalui himbauan, akan tetapi karena ini kebijakan Bupati yang menghimbau mau tidak mau di terima dalam keadaan terpaksa.
 
Sementara itu Direkrur PD Agro Selaparang Sukirman, SH menanggapinya dengan positif saja dan bijak terhadap semua argumen dari semua pihak dan dirinya menyatakan kami hanya menjual beras siapa yang mau beli silahkan dan yang tidak mau tidak di paksa, dan yang kemaren baru terjual satu ton saja dan di kecamatan Keruak satupun tidak ada yang mau beli ujarnya saat di temui wartawan tabloidskandal.com ketika berada di kantor Bupati Jumat, 19 Maret 2021
M Amin
 
Berita Terkait
Berita Lainnya