,
10 Juni 2021 | dibaca: 166 Kali
G.Hot Ditubun Bersama Tiga Desa Laporkan Kontraktor Asal Dobo Ke Polres Tual.
noeh21
Kabupaten Maluku Tenggara - Setahun Lamanya Tidak dilakukan Pengadaan Mobil BUMO/BUMDES empat desa, Tokoh masyarakat asal desa Semawi G.Hot Ditubun bersama Aktifis anti Korupsi dan 3 desa melaporkan Kontraktor Asal Kota dobo bersama Kaki Tangan kontraktor ke Polres Tual Senin(7/6/2021).

Berdasrakan Informasi yang dihimpun Media ini G. Hot Ditubun dan kawan-kawan melaporkan dugaan Penipuan sebanyak ratusan juta rupiah yang dilakukan Oleh kontraktor dan kaki tangan yang hingga kini belum juga ada tindak lanjut pengadaan barang padahal penyetoran uang tersebut sudah sepenuhnya dan selesai dilakukan.

G. Hot Ditubun kepada pewarta diPolres Tual, Selasa(8/6/2021) menjelaskan secara rinci terkait pelaporan tersebut yakni, Melaporkan Penipuan yang mana terlapor antara lain, Herdi Pandra Selaku Kontraktor (Pihak Pertama), Hanafi Henan alias Henan (Penerima Kuasa Pertama dari Kontraktor) dan Lasindru Ohoitenan alias Riki Ohoitenan (Penerima Kuasa Kedua dari Kontraktor).

Sesuai dengan kesepakatan,maka kami semua sebagai pelapor langsung Melaporkan Tindak Pidana Penipuan yang tertera dalam uu hukum pidana yang oleh dilakukan Kontraktor dan kaki tangan di empat desa Antara Lain, desa Semawi, desa Iso, desa Mar, dan desa watngil". Ungkap Ditubun

Lanjut Ditubun bahwa proyek penujukan ini sudah satu tahun, terkait pengadaan 4 buah kendaraan roda empat jenis truck angkut muat L300, yang nominal dengan harga satu unit total Rp. 200.000.00,- bahkan ada yang lebih, hingga kini belum juga kami terima kendaraan tersebut" tutur Hot dengan Geram di Ruang Tipikor Res Polres Tual.

Dia juga mengungkapkan bahwa, tidak toleran dengan laporan yang dilakukanya,dan yang mana sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan surat pernyataan yang ditandatangani kontraktor di kantor Isnpektorat Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam surat pernyataan yang di buat sudah kadaluarsa, pada surat itu dinyatakan bahwa batas bulan Maret 2021 empat desa sudah terima kendaraan tersebut, namun hingga kini belum juga, maka kami merasa tertipu oleh kontraktor dan kaki tanganya,maka dengan jalan pintas kami harus proses sesuai ketentuan surat pernyataan yang di buat" unganya 

Ditambahkanua lagi bahwa selain masalah mobil empat desa itu, ada dugaan Mark Up dan Gratifikasi Vee pada pengadaan 50 buah lampu solar cell diempat Kecamatan berbeda.

Ini juga ada dugaan kasus korupsi berjamaah dan kalau mau dibilang, selain 4 buah mobil ini, ada juga dugaan Mark Up dan suap menyuap garatifikasi Vee dari pengadaan LSC yang pertiang lampunya dihargai Rp. 27.000.000,- sampai Rp. 29.000.000,- dan setiap Kades atau pejabat terima Rp.1.000.000,- tapi akan dikembangkan dalam penyelidikan" tambahnya

Hot juga berharap, Agar proses tindak Pidana Korupsi ini akan diusut tuntas oleh aparat penegak hukum,karna dalam UU korupsi No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2021, maka apapun terjadi harus pihak aparat penegak hukum harus di usut sampai tuntas, karna apapun terjadi saya siap mengawal sampai ke tingkat meja hijau. 
Berita Terkait
Berita Lainnya