,
26 Juni 2020 | dibaca: 258 Kali
Emak-Emak Gruduk Rumah Pengelola Arisan Online dan Polres Pati
noeh21


Skandal Pati

Tiga kalinya para korban arisan online di Pati kembali datangi rumah Wid, diduga owner arisan turut desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah.(25/6/2020)

Aksi pada hari kamis 25/6/2020 sekitar pukul 10.00 wib, puluhan wanita korban dugaan arisan online kembali datangi rumah owner sambil membawa puluhan poster bertuliskan nada kesal, dilatar belakangi dugaan penipuan tersebut.

 Puluhan emak ini menuntut uang mereka dikembalikan oleh pihak penanggung jawab yaitu (wid) owner arisan. Namun sang pengelola yang dicari tak memperlihatkan etika menemui. 

Dia menghilang tak ada kejelasan sejak 21 juni kemarin, sementara kedua orang tua (wid) terkesan lepas tangan. Disinyalir tak ada titik terang para korban arisan yang rata-rata emak-emak itu akan melaporkan perkara ke Polres Pati.

Ibu-ibu ini menggelar aksi di depan rumah owner arisan di jalan raya Gayu- Puncel Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti Pati cukup bikin perhatian pengguna jalan. Aksi yang berlangsung hampir 1 jam itu mendapat pengawalan dari Kepolisian Sektor Dukuhseti-Pati. 

Dirasa tak menuai hasil yang di harapkan, para emak ini membubarkan diri dan menuju Polsek Dukuhseti guna berkoordinasi dengan Kapolsek Dukuhseti.

Usai menemui Kapolsek para korban arisan itu lanjut menuju Polres Pati guna mengadukan perkara tersebut.

Menurut  salah satu korban, mereka menuntut uang di kembalikan sepenuhnya, sekaligus ingin bertemu dengan (Wid).

Mereka mempertanyakan owner, kemana uangnya semua. "Dia (wid) harus bertanggung jawab mengembalikan", imbuh salah satu korban yang tak mau disebutkan namanya yang mengalami kerugian Rp 26 juta.

Pada Pukul 14.00 wib para ibu tersebut tiba di Polres Pati dengan didampingi Ketua LSM KPMP Catur Andi Cahyanto, S.H guna membuat pelaporan dugaan penipuan arisan online (daring) di Polres Pati.

"Saya diminta sebagai kuasa pendamping guna melaporkan dugaan kasus penipuan arisan online, ibu-ibu yang datang hanya sebagian saja untuk mewakili pelaporan di Polres Pati, Karena itu sebagai kuasa pendamping, mengawal dan memantau meminta Kepolisian (ResPati) segera menindak lanjuti laporan tersebut. "Sebab korban mencapai ratusan orang dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah", tandas  aktivis KPMP.

(DidiKun@jig)
Berita Terkait
Berita Lainnya