Jakarta - Tabloidskandal.com || Tahun anggaran 2026 belum berakhir, tapi catatan hitam dugaan korupsi di lingkungan Pemda DKI Jakarta sudah menggunung. Sebuah infografik kompilasi data hingga Oktober 2026 yang beredar di kalangan aktivis antikorupsi mengungkap 5 kasus dugaan korupsi dengan total nilai fantastis mencapai lebih dari setengah triliun rupiah.
Infografik berjudul INFOGRAFIK DUGAAN KORUPSI PEMDA DKI 2026 - 5 KASUS TAHUN 2026 ini menampilkan peta borok yang sistemik, mulai dari proyek banjir hingga perizinan reklamasi. TabloidSkandal.Com merangkumnya menjadi laporan khusus.
*Pertama*. Proyek Penanganan Banjir DKI - Rp 120 Miliar - Diselidiki KPK
Kasus terbesar kedua. Proyek yang seharusnya menyelamatkan warga Jakarta dari langganan banjir justru diduga jadi ladang mark-up anggaran. Modus klasik: penggelembungan harga material dan pekerjaan fiktif. Statusnya sudah masuk proses penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini yang paling menyakitkan, uang rakyat untuk cegah banjir malah diduga ditilep.
*Kedua*. Pengadaan Bus Listrik TransJakarta - Rp 95 Miliar - Tahap Penyidikan
Program green transportation andalan Pemprov DKI ternodai dugaan suap dan tender tidak sah. Dugaan suap untuk memenangkan vendor tertentu. Nilainya Rp 95 Miliar dan sudah naik ke tahap penyidikan Artinya, aparat penegak hukum sudah menemukan unsur pidana.
*Ketiga* Revitalisasi Taman & Infrastruktur - Rp 78 Miliar - Audit BPK Berjalan
Proyek mempercantik kota diduga berisi proyek fiktif. Taman yang tidak pernah direvitalisasi tapi anggarannya cair. Saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang melakukan audit mendalam untuk menghitung kerugian negara.
*Keempat* Bantuan Sosial Pangan DKI - Rp 45 Miliar - Diperiksa Inspektorat
Paling keji jika terbukti. Bansos pangan untuk warga miskin diduga diselewengkan penyalurannya. Kualitas beras tidak sesuai, jumlah penerima fiktif, dan pemotongan paket. Kasus ini tengah dalam pemeriksaan Inspektorat DKI Jakarta
*Kelima Lima* Perizinan Reklamasi Pantai Utara - Rp 200 Miliar - Dugaan Suap Terbesar*
Nilai terbesar, Rp 200 Miliar! Dugaan suap perizinan reklamasi Pantai Utara Jakarta kembali muncul. Ini mengingatkan skandal lama reklamasi yang tak pernah mati. Statusnya masih penyelidikan
Total dugaan kerugian dari 5 kasus ini jika ditotal: *Rp 538 Miliar!* Uang rakyat yang seharusnya untuk banjir, transport publik, taman, bansos, dan tata ruang kota.
Pengamat kebijakan publik yang dihubungi TabloidSkandal.Com menyebut pola ini menunjukkan lemahnya pengawasan internal Pemda DKI. "Ini bukan kasus per kasus, ini ekosistem. Kalau dari hulu ke hilir semua ada dugaannya, berarti sistem pengawasannya yang bobrok," ujarnya.
TabloidSkandal.Com menegaskan, seluruh data ini masih bersifat DUGAAN dan BELUM INKRACHT sebagaimana tertulis dalam infografik tersebut. Namun, publik berhak tahu dan aparat penegak hukum, baik KPK, Kejaksaan, maupun Inspektorat, didesak untuk transparan membuka perkembangan kasusnya hingga tuntas ke pengadilan.
Jangan sampai Jakarta yang sudah tenggelam oleh banjir, makin tenggelam oleh korupsi!
Sementara itu Gubernur Pramono Anung belum dapat dikonfirmasi, demo keseimbangan berita.
(Suhaimi/Red)