,
02 September 2020 | dibaca: 46 Kali
Transmisi Lokal Meningkat, Suwirta Keluarkan Perbup No 66 Tahun 2020. 
noeh21


Klungkung, Skandal

Kasus Covid19 di Kabupaten
Klungkung sempat mulai menurun sehingga diberlakukan New Normal, akan tetapi beberapa minggu belakangan kasus transimisi lokal kembali meningkat. Hal tersebut disampaikan pada saat rapat Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, selasa (1/9) di Ruang Rapat Praja Mandala.
Hadir langsung memimpin rapat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sekaligus ketua Satgas Penanganan Covid didampingi Sekda Klungkung Putu Gde Winastra.






Dalam penjelasannya Bupati Suwirta menyampaikan Perbup ini dikeluarkan agar masyarakat bisa lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan guna menekan penyebaran covid 19. Perbup juga diselaraskan dengan intruksi Presiden nomor 6 tahun 2020, intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2020 serta Pergub nomor 46 tahun 2020 tentang pedoman teknis penerapan disiplin dan penegakan

 protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid19 dalam tatanan kehidupan era baru.
Dalam perbup tersebut masyarakat diharuskan memakai alat pelindung diri seperti masker dan faceshield pada saat berada diluar rumah, menjaga jarak saat berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan orang lain. Jika ditemukan atau ada salah seorang warga  yang tidak menggunakan masker di area publik, warga tersebut akan dibina secara langsung dan disuruh pulang untuk mengambil maskernya. Sedangkan untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, didalam perbup tersebut diminta melaksanakan sosialisasi dan edukasi dengan menggunakan berbagai media informasi penanganan covid19. “Harus tersedianya tempat mencuci tangan, adanya hand sanitizer dipintu masuk dan keluar, serta melakukan pengaturan jaga jarak minimal 1 meter, apabila pelaku usaha tersebut melanggar akan dikenankan sanksi,” Tegas Bupati Suwirta.

Sedangkan untuk di Desa Adat, satgas gotong royong penanganan covid19 diharapkan perarem-perarem yang sudah dibuat agar disiplin protokol kesehatan lebih ketat penerapannya disaat adanya upacara-upacara adat yang menimbulkan keramaian di masing-masing desa.

sony/bali
Berita Terkait
Berita Lainnya