,
29 Agustus 2020 | dibaca: 226 Kali
Terkait Proyek 5,3 Miliar Pemeliharaan Ruas Jalan Diduga Sarat KKN
noeh21


Simalungun,Skandal
               
​​​​​​Proyek pemeliharaan ruas Jalan Pematang Siantar – Tanah Jawa di Kabupaten Simalungun berbiaya Rp 5,3 miliar lebih yang menjadi sorotan publik khususnya warga disana, kini menimbulkan pertanyaan terhadap kinerja Faatullo Zaluku sebagai Kepala UPT Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK Sumut), wilayah Pematang Siantar.

Pasalnya sebagai pihak yang berhak mengawasi pengerjaan proyek tersebut, Faatullo Zaluku kini diduga malah memblokir panggilan wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terhadapnya terkait pengawasan proyek dimaksud, padahal sebelumnya tidak seperti itu. Jumat (28/8/2020).

Sebelumnya diberitakan, PT Torop Kana Denggan sebagai penyedia jasa pada proyek tersebut diduga menggunakan batu yang rapuh atau sering disebut ‘batu masih muda’ (foto) dalam pengerjaanya. Sehingga akan kondisi itu masyarakat takut kekuatan bangunan parit/drainase yang dibuat tidak akan bertahan lama.

Terpantau lagi, proyek tersebut diduga pada pengerjaan parit tanpa dibuat pondasi dasar, sehingga menimbulkan kecurigaan, apakah penyedia jasa sudah bekerja sesuai dengan rencana pada bestek? Agar anggaran miliaran rupiah yang dikucurkan tidak menimbulkan kerugian pada negara.

“Seharusnya pihak Dinas BMBK Propinsi Sumatera Utara melalui UPT Jalan dan Jembatan Pematang Siantar Simalungun mengawasi dan menindak pelaksana pekerjaan yang begini,” ucap warga.

Terkait ini, meski Faatullo Zaluku terkesan enggan dikonfirmasi walau merupakan tupoksinya, dalam waktu dekat tim media SKandal.com akan mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas BMBK Propinsi Sumatera Utara. ( A 01 )
Berita Terkait
Berita Lainnya