,
20 September 2020 | dibaca: 103 Kali
Rumput Laut Kembali Jadi Primadona
noeh21


Klungkung, Skandal

Budidaya rumput laut di Nusa Penida yang dulu sempat mati suri akibat perkembangan pariwisata kini menjadi primadona kembali. 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi perbekel Desa Lembongan I Ketut Gede Arjaya mengumpulkan kelompok petani rumput laut di kediamannya di Ceningan Nusa Penida pada Rabu (16/9/2020) malam kemarin.




Bupati Suwirta menyampaikan
bahwa dirinya  mengetahui telah terjadi kelangkaan rumput laut pada bulan Juli 2018
Ia menugaskan instansi terkait untuk mencari tahu penyebabnya. 
Setelah ditelusuri dan dibuatkan kajian yang pasti ternyata matinya budidaya rumput laut di Nusa Lembongan karena perilaku masyarakat yang lebih memilih sektor pariwisata. Mengetahui hal tersebut Bupati Suwirta menugaskan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi agar budidaya rumput laut di Nusa Penida bisa hidup kembali.

Bupati Suwirta menambahkan ketika sebagian masyarakat sudah beralih profesi menjadi petani rumput laut kembali pada masa pandemi ini, muncul beberapa permasalahan, seperti; lahan, pertumbuhan rumput laut, saat ini sebagian masyarakat Nusa Penida menjadikan rumput laut sebagai sumber pendapatan.

Bupati Suwirta menerangkan bahwa dirinya dan instansi terkait sudah membuat MOU antara Koperasi dengan Pengepul serta mengupayakan agar Kabupaten Klungkung melalui titik ungkit yakni Nusa Penida menjadi Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN), dan  itu berhasil. Nantinya dana tersebut sebagian digunakan untuk kegiatan pelatihan para petani rumput laut agar kepastian harga lebih terjamin. 

"Saya harap masyarakat Lembongan tetap semangat menjalani pekerjaan ini," harap Bupati asal Ceningan.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman masa pandemi ini, nanti apabila Pariwisata sudah kembali normal rumput laut jangan sampai ditinggalkan, ujar Bupati Suwirta.

"Sehebat apapun pariwisata, alternatif ekonomi di Lembongan terutama rumput laut harus tetap hidup dan dilanjutkan, agar ketika badai-badai lain datang kita tidak lagi seolah-olah kehilangan segalanya," pesan Bupati Suwirta.

Ketua kelompok budidaya rumput laut Segara Raksa, Suarbawa menyarankan untuk keberlanjutan budidaya rumput laut, harus mempunyai strategi-strategi diantaranya dalam hal mempertahankan berbagai jenis bibit rumput laut, agar bisa mengetahui lokasi dan musim apa bibit bisa tumbuh.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Suwirta beserta jajaran yang sudah sangat perduli terhadap perkembangan budidaya rumput laut, dimana pemerintah hadir dalam rangka penyesuaian harga rumput laut di pasaran. 

"Saya harapkan teman-teman kelompok tidak apriori terhadap lembaga-lembaga tetapi harus bekerjasama,", harap Suarbawa

Suarbawa menambahkan Pemerintah Kabupaten sudah sangat mengambil peran dalam hal budidaya rumput laut ini, dan tetap memperhatikan perkembangan rumput laut setiap tahunnnya. 

Sebelumnya dihari yang sama pada sore hari, Bupati Suwirta mengunjungi Lokasi Penanaman Rumput laut yang terletak di sebelah barat Jembatan Kuning. (Humasklk/Cok).

Editor: Sony Bali
Berita Terkait
Berita Lainnya