Tutup Menu

Risma: Bagi Warga Pedalaman, Sudah Tersedia Air Bersih Dan Internet

Jumat, 24 Juni 2022 | Dilihat: 462 Kali
    
Pelpaor : Ajie Jahrudin
Editor   : H. Sinano Esha

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Prinsip perwujudan ideologi kerakyatan, yakni: terdepan; terpencil dan terbelakang, berupa upaya untuk memberdayakan rakyat di pedalaman agar dapat menikmati akses yang sama dengan warga kota.

Demikian dkatakan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Tri Rismaharini atau Risma, ketika pengisi materi pembekalan kepada Ketua DPD 34 provinsi partai berlambang Banteng pada hari kedua Rakernas II 2021 di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Sebagai menteri sosial, ia selalu mengedepankan prinsip “3 T” pada kinerjanya, yakni terdepan, terpencil, dan terbelakang. Kerja ini, menurutnya, merupakan perwujudan ideologi kerakyatan yang dipegang oleh PDIP.

Adapun prinsip “3 T” dimaksudkan, lanjut mantan Walikota Surabaya, untuk memberdayakan rakyat Indonesia di pedalaman agar menikmati akses yang sama dengan warga kota.

“Selama menjadi Mensos, saya sudah mengurusi beberapa kebutuhan penting warga di Pulau Bertam, Kepulauan Riau. Pemerintah sudah mengusahakan air bersih dan pembangunan tower (internet) agar warga di sana bisa berkomunikasi,” katanya.

Sekarang ini, kata Risma, warga Pulau Bertam sudah memiliki air bersih, dan sudah bisa berkomunikasi, karena ada jaringan internet. “Kami bangun dan pasang tower agar mereka bisa belajar daring," lanjut Alumni Institut Teknologi Sepuluh November tersebut.

Risma kemudian menegaskan, pemerintah juga sudah mengurusi kebutuhan warga pedalaman di Kampung Erosaman, Distrik Derkoumur, Kabupaten Asmat, Papua.

Awalnya, kata dia, pemerintah menyampaikan bantuan, namun belakangan menjadi kiriman pertama yang pernah mendarat di Kampung Erosaman. "Waktu itu saya memberikan bantuan. Menurut uskup di sana, itu bantuan pertama yang disampaikan," tambah Risma.

Wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur, itu menyatakan bahwa saat ini pemerintah sedang mengupayakan lumbung pangan. Termasuk, membudidayakan lele bagi masyarakat di sana.

"Sering kali kita salah, mereka nomanden, itu salah. Jadi, yang terjadi mereka harus cari makan. Kalau mereka tidak pindah, mereka tidak makan. Yang kami lakukan karena sungainya keruh, ikan tidak hidup. Nah, akhirnya kita buat ternak lele. Di sini kami buat perpustakaan," ujarnya Risma.

Pada acara tersebut, pembekalan Risma tidak hanya ditujukan bagi Ketua DPD PDIP di 34 provinsi, gubernur dan kepala daerah saja, tapi juga para Bendahara DPD PDIP di 34 provinsi melalui sambungan video.

Yang hadir di acara tersebut, sejumlah pengurus DPP PDIP seperti Rudianto Tjen, Mindo Sianipar, I Made Urip, Ribka Tjiptaning, Djarot Syaiful Hidayat, Rokhmin Dahuri, Hamka Haq, dan Kepala BKNP PDIP Aria Bima. Juga terlihat sejumlah gubernur dari PDIP, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Sumber Humas PDIP)

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com