NTB, Skandal
Ratusan Ribu warga NTB membanjiri Lapangan Karang Pule Skarbela Mataram pada saat di Kampanye Nasional Capres nomor 02 Prabowo Subianto di Kota Mataram NTB Selasa, 26/3.
Turut hadir pada acara kampanye tersebut adalah Ridwan Hidayat Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Muazin Akbar ketua DPW Partai PAN NTB, Abdul Hadi ketua DPW Partai PKS NTB, TGH Mahali Fikri ketua DPD Partai Demokrat NTB, Darmawan ketua Partai Berkarta NTB, Fahri Hamzah wakil DPR RI , REKTOR Universitas Muhammadiyah Mataram Frop. DR Arsyad Gani, para Tuan Guru Alim Ulama, Tokoh adat, pimpinan Organisasi masyarakat yang ada di NTB.
Mereka tumpah ruah hingga sepanjang jalan, membuat macet hingga rombongan Capres nomor 02 terhambat.
Ribuan warga yang menyambut calon idolanya spontan berteriak menyambut Prabowo. Mereka menyebut Prabowo Presiden 2019, berusaha melihat lebih dekat dan berjabat tangan.
Prabowo Subianto dalam orasi politiknya mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada semua warga NTB yang sangat antusias, bersabar menunggu kehadirannya di Mataram NTB.
Begitu juga kepada pimpinan daerah Partai pendukung.
Capres 02 Prabowo Subianto juga mengungkapkan dirinya kerap kali dihujat, diejek, di fitnah, namun d tetap berjuang membela kepentingan rakyat Indonesia.
"Saya terus berjuang, karena masih banyak rakyat melarat miskin, jauh dari kecukupan akan kebutuhan hidupnya. Masih banyak rakyat yang jadi pengangguran." gegap gepita suara Prabowo di tengah tepukan tangan peserta kampanye.
Walau dihina, di cacimaki, dia terus berjuang bersama rakyat, untuk kepentingan rakyat.
"Jika diamanahkan untuk jadi presiden 2019 oleh Allah dan Rakyat Indonesia, maka saya akan berjuang agar rakyat adil dan makmur. Semua aparat negara saya naikan gajinya agar sejahtera, para Hakim Agung, oara TNI dan POLRI, Guru PNS juga di naikkan gajinya. Guru Honor dan Pegawai yang Honor di angkat jadi PNS, " tuturnya di hadapan ribuan warga NTB.
Ia berharap seluruh warga NTB bisa memperoleh 90 persen suara pada 17 April mendatang , mau mengawal perolehan suara di masing- masing TPS , desa, kecamatan sampai di KPU, tegasnya.(007M A)