Tutup Menu

Program Ekosistem Digital Buat Kemajuan Masyarakat Desa

Rabu, 23 Maret 2022 | Dilihat: 697 Kali
Sumbangan untuk Program Memajukan IT Masuk Desa (foto istimewa)
    
Pelapor  : Sony   
Editor    : H. Sinano Esha


LAMONGAN –TabloidSkandal.com ll Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia  (APEDI) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK RI) meresmikan Program Ekosistem Digital Desa di Desa Deketagung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Senin (21/3/2022).

Peresmian dilakukan bersamaan dengan panen perdana padi organik milik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APEDI Jawa Timur. Dan pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jatim Soekaryo memaparkan, bahwa hal tersebut merupakan keberhasilan sejumlah program Gubernur Jatim dalam mengembangkan desa mandiri.

“Alhasil Jatim menjadi provinsi dengan desa mandiri terbanyak di Indonesia, serta menurunkan tingkat kemiskinan," kata Soekaryo, seraya menambahkan bahwa  betapa pentingnya pembagian peran dari setiap pihak untuk turut serta membangun desa.


Pada peresmian nampak hadir Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial Kemenko PMK, Ir. Mustikorini Indrijatiningrum mewakili Kemenko PMK; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jatim, Soekaryo, SH, MH;  Kepala Desa Deketagung beserta jajarannya ; Karang Taruna;  PT. Telkom; PT. Sankara Mitra Mulia; PT. Anugrah Pratama;,Presiden DPP APEDI; M. Irfantoro; Sekjen DPP APEDI, M. Sabdo; Ketua Pembina DPD APEDI Jawa Timur, M. Badrin; Ketua DPD APEDI Jawa Timur, Kusfandian serta jajaran pengurus APEDI Jawa Timur.

Sementara itu, Mustikorini yang mewakili Kemenko PMK menjelaskan, visi APEDI mengembangkan ekonomi desa dimulai dengan membangun infrastruktur melalui Program Ekosistem Digital. Dan program ini merupakan pengembangan dari program Jaringan Desa Online (JADOEL) yang dimiliki oleh APEDI.

"Ekosistem Digital Desa terdiri dari sistem layanan publik berbasis elektronik atau yang biasa dikenal dengan istilah smart desa, dalam hal ini sebagai penyedia aplikasi layanan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, APEDI bekerja sama dengan PT. Jekom dalam hal sensorik data. Karena itu, terkait tenaga ahli untuk pencari data, dan tenaga IT kiranya perlu  memanfaatkan pemuda setempat atau karang taruna, sehingga website dan database desa tidak pernah kosong. Input data memanfaatkan jaringan internet desa, marketplace memanfaatan teknologi dan IOT dalam produksi desa.

Percontohan dilakukan di Desa Deketagung, sistem IOT terpasang adalah sensor unsur hara tanah di sawah dan drone untuk penyiraman pupuk dan pestisida organic. Teknologi ini APEDI bekerjasama dengan PT. TELKOM.

Terkait program tersebut,  PT. Sankara Mulia Nusantara memberi bantuan CSR senilai Rp 2 miliar kepada APEDI untuk pembangunan infrastruktur internet dan smart desa, guna merealisasikan program-program serupa di desa seluruh Indonesia.

Selain itu, PT. Telkom melalui Executive Vice President Pontjo Suhartono juga memberikan bantuan CSR kepada Desa Deketagung berupa mobil ambulan dan peralatan klinik desa senilai Rp 1 miliar.

Peresmian tersebut menjadi awal kolaborasi APEDI dengan PT. TELKOM untuk merealisasikan Ekosistem Digital desa di seluruh Indonesia. Begitu juga kerjasama dengan PT. INTENS. dan PT Anugrah Pratama.

Perlu juga diketahui, bahwa Program Ekosistem Digital ini mendapatkan penyaluran dana CSR dari pihak swasta, dan tidak menggunakan dana pemerintah.

Presiden DPP APEDI Irfan berharap, program ini bisa dijadikan contoh bagi desa-desa di seluruh Indonesia, sekaligus merupakan pemasukan bagi desa. Dan dipastikan dapat memajukan desa-desa di Indonesia, melalui program APEDI membawa konsep Industry 5.0 untuk mulai diterapkan di desa-desa.

“Tidak hanya sekedar membawa digitalisasi, APEDI juga berupaya untuk membuat kontrak pembelian hasil komoditi desa secara berkelanjutan dengan menggunakan sistem smart kontrak,” kata Irfan. (Sumber : Humas APEDI)


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com