Tabloidskandal.com || Jakarta – Warga perantau asal Tegal dan sekitarnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Tegal Bahari Ayu (IKBT-BA) menggelar acara Halal Bihalal di Aula Pierre Tendean, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Minggu (19/4/2026).
Mengusung tema
“Ngumpul Ben Rukun, Guyub Ben Maju”, acara ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memberikan motivasi bagi warga Tegal di Jabodetabek.
Acara dibuka dengan penampilan Hadroh Al Sulthon. Sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial, panitia juga memberikan santunan.
Acara yang dihadiri ratusan warga Tegal itu dipandu oleh MC kondang Bedu didampingi Mbak Ike, Bedu yang dengan gaya khasnya mampu mencairkan suasana dan membuat jalannya acara dari awal hingga akhir terasa hidup.
Ketua Panitia Halal Bihalal IKBT-BA Tahun 2026, Kustika Dewi Ristanti, S.E., M.M., menyampaikan bahwa acara ini dihadiri kurang lebih 500 warga Tegal yang tergabung dalam IKBT-BA dari berbagai paguyuban lainnya di Jabodetabek.
"Kuliner khas yang disajikan seperti tahu aci, ponggol, sate kambing, dawet beras, es sagwan, kupat glabed, rujak teplak, glothak, nasi lengko, soto tauco khas Tegal," ujar Kustika.
Ia menegaskan bahwa halal bihalal ini digelar semata-mata untuk semakin mempererat tali silaturahmi sebagai warga Tegal dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKBT-BA, Dr. Ir. Tafakurrozak, M.H., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah pencapaian penting organisasi.
Ia mengenang bahwa pada masa pandemi Covid-19, IKBT-BA dijuluki oleh Gubernur Jawa Tengah sebagai
'Pahlawan Kemanusiaan' karena menjadi organisasi pertama yang mengumpulkan dan memberikan bantuan masker serta alat pelindung diri.
"Pak Gubernur menyatakan bahwa pahlawan kemanusiaan dan satu-satunya yang berani terobos pada kegiatan COVID sebenarnya adalah IKBT-BA," tegas Tafakurrozak.
Lebih lanjut, ia juga menceritakan ketika warga Tegal mengalami perundungan, seperti kasus dr. Aulia Risma Lestari, pihaknya sampai berdemonstrasi di Kementerian Kesehatan agar para pelaku dituntut.
"Alhamdulillah, pelaku perundungan masalah kedokteran itu dituntut," tambahnya.
Tak hanya itu, Ketum IKBT-BA juga membeberkan bahwa organisasinya telah melakukan aksi bersih-bersih lingkungan dengan memungut sampah dari kantor Menko Polkam sampai Bundaran HI, seminggu sebelum Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan hal serupa.
"IKBT-BA sudah melakukan seminggu yang lalu. Alhamdulillah, dengan gotong royong tanpa biaya, tercapailah kegiatan pemungutan sampah dari Patung Kuda sampai Bundaran Hotel Indonesia dan kembali lagi," kenangnya.
Selain itu, IKBT-BA juga disebut sebagai pihak yang pertama kali menanam ribuan pohon di pinggir-pinggir tol Tegal pada saat peresmian.
"Sayangnya pohon-pohon itu tidak dipelihara oleh pengelola tol, jadi akhirnya mati semua. Mungkin yang tumbuh hanya 1-2-3 pohon," ujarnya dengan nada prihatin.
Di akhir sambutannya, Tafakurrozak menegaskan bahwa IKBT-BA menaungi sekitar 600 ribu warga Tegal yang merantau di Jabodetabek melalui 52 perkumpulan, dan berkomitmen untuk terus bermanfaat bagi anggota, masyarakat Tegal, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Salah satu sorotan utama datang dari Kapoksi (Ketua Kelompok Fraksi) Komisi IV DPR RI, Ir. KRT. H. Darori Wonodipuro, M.M., IPU , yang hadir mewakili Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Darori yang merupakan tokoh nasional asal Banyumas secara tegas mengajak warga Tegal untuk tidak hanya sukses di bidang ekonomi seperti warteg, tetapi juga berani berkiprah di dunia politik dan parlemen.
"Sebagai warga perantauan, kita harus senantiasa semangat untuk terus berkembang, haus akan ilmu, dan yang terpenting selalu meminta restu orang tua. Dengan doa dan restu orang tua, Tuhan selalu membuka pintu rezeki dari arah mana pun dan tak disangka-sangka," pesan Darori.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Titiek Soeharto yang sedianya hadir berhalangan, karena ada hal yang tidak bisa ditinggalkan.
Plt. Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Turino, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan bahwa momentum halal bihalal bukan sekadar tradisi tetapi merupakan ruang untuk memperkuat jaringan persaudaraan serta meneguhkan kembali komitmen sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang majemuk.
Menurutnya, Tegal sebagai bagian dari wilayah pesisir utara memiliki potensi besar di bidang maritim, perikanan, dan ekonomi kerakyatan.
"Program prioritas yang terus didorong meliputi penguatan sektor kelautan dan perikanan melalui peningkatan produktivitas nelayan, pengembangan kawasan pesisir dan pelabuhan, pemberdayaan UMKM berbasis hasil laut, serta penguatan ketahanan pangan melalui sinergi sektor pertanian dan perikanan," ujar Turino.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Endro Nor Susilo, S.Sos., M.M., yang mewakili Bupati Tegal, Ischak Maulana, S.H., menuturkan rasa bangganya terhadap soliditas IKBT-BA.
"Momentum halal bihalal selalu menjadi penanda indahnya silaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan. Saya bangga melihat persaudaraan IKBT-BA yang terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan. Acara ini bukan hanya tradisi tetapi wujud nyata kepedulian kita terhadap tanah kelahiran yang kaya akan budaya dan potensi," ucap Endro.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT), KRT. Dr. Drs. H. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, M.M., M.BA., CRP, mengapresiasi kegiatan yang diadakan IKBT-BA. Ia menilai kegiatan tersebut dapat semakin mempererat tali persaudaraan, dengan harapan bisa saling membantu sesama warga yang merantau dan jauh dari kampung halaman.
"Tegal memiliki potensi besar dalam pertanian maupun kelautan sehingga bisa menjadi penyangga utama kebutuhan kota besar seperti DKI Jakarta," katanya.
Pihaknya juga memotivasi masyarakat Jawa Tengah, khususnya Tegal, untuk terus kreatif mengembangkan potensi unggulan. Ia menambahkan, pihaknya siap mendukung pengembangan dan peningkatan UMKM, termasuk mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten menyediakan armada bus bagi warga Jawa Tengah di Jabodetabek saat mudik.

Acara Halal Bihalal semakin meriah dengan penampilan spesial Master Limbad, pesulap kenamaan asal Tegal, hadir dengan aksi sulapnya yang khas. Kehadiran Limbad disambut hangat para peserta. Tak sedikit warga yang antre untuk berfoto bersama dengannya.
Selain Limbad, acara juga dimeriahkan dengan lagu-lagu dangdut yang membuat suasana semakin semarak oleh pedangdut Hasan Irama, yang dikenal karena kemiripan fisik dan suaranya dengan sang "Raja Dangdut", Rhoma Irama.
(Nuli)