Tutup Menu

Jurnalis Wajib Bisa Menulis, Jurnalis Juga Harus Jadi Analis

Sabtu, 30 Januari 2021 | Dilihat: 897 Kali
Ardian Sholahudin Pengamat Media & Pers/Pemimpin Redaksi
    
Banyumas – tabloidskandal.com
Seorang Jurnalis itu tak cukup hanya berbekal bisa menulis. Menjadi jurnalis juga berarti menjadi analis dari peneliti.
 
Bagi orang yang gemar dengan dunia kepenulisan, profesi jurnalis menjadi sebuah pilihan karir yang patut dipertimbangkan. Jurnalis menuliskan fakta dan menceritakan peristiwa yang bertujuan untuk memberikan informasi, mengedukasi, hingga memberikan hiburan kepada khalayak media, baik cetak, online maupun penyiaran.
 
Namun satu hal yang perlu digarisbawahi dari tugas seorang jurnalis sebagai seorang pewarta, baik melalui tulisan maupun lisan (jurnalis televisi). Suka dan bisa menulis belum menjadi modal yang cukup, satu yang terpenting, seorang jurnalis harus suka dan mengetahui apa yang harus ditulis.
 
Jurnalis mencerahkan masyarakat
Hal tersebut di ungkapkan oleh Ardhi Solehudin, Wakil Ketua Umum AWPI sekaligus sebagai pemimpin umum/Redaksi Media Realita News saat di wawancarai ngobrol bareng wartawan, Ia menuturkan bahwa penting bagi seorang jurnalis untuk mengetahui apa yang harus ditulis,bukan sekedar suka dan bisa menulis.
 
"Tugas jurnalis tidak hanya menulis, tetapi juga melakukan analisa sekaligus memberikan perspektif yang mencerahkan masyarakat." ujar Ardhi.
 
Menurutnya, hal tersebut terkait dengan peran jurnalis sebagai pembela kepentingan publik.Jurnalis berperan memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai apa yang terjadi disekitarnya sehingga masyarakat memahami apa yang bisa mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Selain mengetahui apa yang harus ditulis, jurnalis juga harus perlu memahami dan menerapkan kode etik.
 
"Jurnalis itu bukan hanya sekedar pekerjaan, tapi juga profesi. Maka, penting untuk memahami dan menerapkan kode etik jurnalistik," ungkap Ardhi, yang juga Pemred media Realita News Banyumas.
 
Menurutnya, penerapan kode etik jurnalistik menjadi sebuah langkah awal untuk memulihkan citra media dimata masyarakat. "Masyarakat sekarang banyak meng-underestimate media karena ada hal-hal terkait etika yang dilanggar oleh jurnalis." tegasnya lagi.
 
Cerdas Asah Berbagai Kemampuan
Tak dapat dipungkiri, profesi jurnalis memiliki peran vital dalam memajukan masyarakat melalui informasi. Hal ini sekaligus meluruskan anggapan miring tentang jurnalis sebagai “kuli tinta” yang tugasnya hanya sekedar datang kesuatu acara, menyodorkan tape recorder, kemudian menuliskan apa yang disampaikan oleh si narasumber.
 
Peran jurnalis lebih dari sekedar “perpanjangan tangan narasumber”. Oleh karena itu, siapapun yang ingin terjun di ranah profesi ini harus memiliki kemampuan yang mumpuni, yang mana tidak sebatas kemampuan menulis.
 
Ardhi menyebutkan, setidaknya ada enam keahlian yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis. Keenam keahlian itu diantaranya, kemampuan mendefinisikan masalah, kemampuan riset untuk menggali informasi tentang suatu persolaan, kemampuan analisis, kemampuan menyampaikan fakta (tulisan/lisan), konsisten mengawali suatu isu dan memahami kode etik.
 
"Pengetahuan teoritis tentang jurnalis dan jurnalisme tidak cukup menjadi bekal bagi seseorang untuk menjadi jurnalis profesional. Ia harus praktek dan terjun langsung dalam aktivitas jurnalisme dan mengembangkan networking," tuturnya.
 
Menurutnya, seorang calon jurnalis harus memiliki kemampuan untuk menjembatani ketimpangan antara level teoritis dan praktis. "Selain untuk melatih kemampuan menyampaikan fakta, praktek peliputan juga berperan untuk memperkenalkan dunia kerja seorang jurnalis." tambahnya.
 
Pada dasarnya, siapapun bisa menjadi jurnalis. Latar belakang pendidikan bukan hambatan besar karena salah satu yang penting adalah passion untuk menjadi jurnalis itu sendiri, memahami fungsi dan perannya di masyarakat, dan memahami etika profesi.
 
"Jadilah jurnalis yang independen dan beretika. Karena etika seorang jurnalislah yang mampu memulihkan rasa pesimisme masyarakat dan media." pungkas Wartawan yang sudah puluhan tahun berkecimpung di jagad pers ini.
(Tim Jateng)
 
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com