Tutup Menu

Bantuan BRI Buat 332 Pukesma/Posyandu Di Seluruh Indonesia

Rabu, 26 Januari 2022 | Dilihat: 593 Kali
Keluarga Perlu Asupan Gizi (foto dok. BRI)
    
Pelapor : Fathonie AG

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Dalam rangka Hari Gizi Nasional (25 Januari), BRI mengadakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)/CSR BRI Peduli Stunting berupa pemberian bantuan “Cegah Stunting itu Penting”.

Bantuan diberikan kepada 332 Posyandu/Puskesmas di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya: di Padang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Papua. Khusus di Jabodetabek, bantuan cegah stunting diberikan pada 50 titik Posyandu/Puskesmas di wilayah Tangerang, Provinsi Banten.

Secara simbolis, penyerahan bantuan diberikan di Posyandu Batu Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten pada hari Selasa (25/01/2022).

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan bahwa bantuan yang diberikan BRI berupa paket Antropometri Kit untuk setiap Posyandu/Puskesmas dan penyaluran sembako bagi masyarakat. Setiap satu paket Antropometri Kit terdiri dari timbangan digital, pita LILA dan thermogun. Setiap penerima manfaat juga mendapat bantuan sembako dari BRI berupa beras bergizi tinggi, telor dengan protein tinggi, susu, kacang hijau, dan lainnya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian BRI bagi generasi penerus bangsa sekaligus membantu pemerintah dalam memerangi 'stunting' di Indonesia. Kami pastikan bantuan ini dapat tersalurkan kepada penerima dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,”  papar Aestika, seperti dikutip Okezone.com.

Pemenuhan gizi pada balita memang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Jumlah 'stunting' atau anak pendek berdasarkan umur merupakan salah satu indikator kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan asupan gizi kronis dan infeksi berulang. Kondisi ini terutama terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

Memang, ada penurunan persentase jumlah balita kurang gizi di Indonesia. Dibandingkan tahun 2019 (27, 7%), tahun 2021 audah turun (24,4%). Hasil Riskesdas mencatat, jumlah penderita 'stunting' di Indonesia terus menurun. Namun, upaya pencegahan :stunting' sangat perlu dilakukan semua pihak.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com