,
27 Oktober 2020 | dibaca: 93 Kali
HUT IPJI ke 21 Hadirkan Ngabalin Sampai MOU Bea Siswa Mensarjanakan Jurnalis
noeh21


Jakarta, Skandal

Menyambut usia ke 21, Ikatan Penulis dan Jurnalistik Indonesia (IPJI) akan menggelar Seminar Virtual dengan tema Mengabdi untuk Negeri, Menjaga Bangsa Tercinta. Tema tersebut akan dibedah oleh KH. Dr. Ali Muchtar Ngabalin, Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sebagai keynote speaker sekaligus nara sumber, Rabu malam, 28/10

"Alhamdulillah, beliau sudah oke," jelas Sekretaris Jenderal, Dr. Suherman Saji saat rapat panitia HUT IPJI di ruang kerjanya, Universitas Attahiriyah, kawasan Tebet, Jakarta Selatan.





Sekjen IPJI tersebut menghubungi Ngabalin langsung ke selularnya dengan menggunakan speaker hp, sehingga terdengar kesiapan "jubir presiden" yang selalu muncul di Indonesia Lawyer Club (ILC) tersebut.

"Jadi intinya sinar virtual sudah siap, tinggal hal-hal teknis," jelas Sekjen yang akrab dengan sapaan Pak Rektor.

Selain menghadirkan Ngabalin, HUT IPJI ini juga akan diwarnai MOU DPP IPJI dengan Yayasan Attahiriyah dalam bea siswa  mencetak 1.000 Sarjana Jurnalis dan Menjurnaliskan Sarjana.

"MOU itu sekaligus jadi kerja nyata IPJI," ujar Ketua Umum IPJI, Lasman Siahaan, SH. MH. 

Menurut Lasman, MOU itu digulirkan lantaran para jurnalis saat ini sibuk dengan profesinya, sehingga mengabaikan kuliah.

Apalagi perkuliahan di Attahiriyah nanti menggunakan secara virtual, sehingga bisa dikuti semua jurnalis di Tanah Air, khususnya jurnalis IPJI yang tersebar di seluruh Indonesia.




Bahkan, dengan back to campus tersebut, diharapkan para jurnalis dapat mencharge nasionalisme kebangsaan yang digulirkan dalam Mars IPJI.

"Saya yakin banyak anggota IPJI yang lupa dengan lagu Mars IPJI," jelas Lasman kepada Lian Lubis (Skandal), Junaid (SwaTani) dan Nuhroji (IT) yang mengikuti rapat kepanitian HUT IPJI ke-21.

"Kalian sebagai kader IPJI dan ratusan anak muda lainnya, harus paham dan mampu mengimplementasikan semangat nasionslisme yang dibangun faunding father IPJI," jelas Lasman  yang mengaku sudah "usia magrib" menakhodai IPJI.

Apalagi Program Mensarjanakan Jurnalis itu pelajarannya bisa dilakukan secara virtual, sehingga bisa dikuti semua kader IPJI di seluruh Indonesia.

Lasman yakin lewat program back to campus jurnalis jebolan IPJI kian profesional, tidak menyebarkan berita hoax dan punya imun terhadap kriminalisasi.

​​​​​
"Karena semakin profesional, jurnalis IPJI tahu "aturan main" yang dituangkan kode etik jurnalistik. Minimal dia akan uji informasi sebelum mempublish berita," tambahnya.

Bahkan, dengan menyelesaikan studinya, seperti hukum, setidaknya bisa menjadi lawyer di masa tuanya. 

"Kan tidak selamanya kita jurnalis," jelas Lasman yang skrab dipanggil Pak Katua oleh "anak-anak" IPJI. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya