,
11 September 2019 | dibaca: 275 Kali
GILING JADI DESA SADAR KERUKUNAN
noeh21



​​​​​Pati Skandal. 

Pencanangan Desa Giling sebagai Desa Sadar Kerukunan  ,dilaksanakan di Balai Desa Giling.

Pencanangan ini dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Ketua FKUB Pati Ahmad Khoiron, Kepala Kantor Kemenag Pati Imron, Forkopimcam Gunung Wungkal dan para Kepala Desa se-Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati Sabtu, 07/9 2019.

 Dalam sambutannya Bupati Haryanto mengungkapkan, sejatinya kerukunan antarumat beragama tidak hanya ada di Desa Giling, melainkan merata hampir di mana-mana. Namun, baginya, desa yang ditunjuk sebagai Desa Pancasila atau Desa Sadar Kerukunan memiliki spesifikasi tersendiri.

“Memang Desa Giling, Jrahi, dan Karangsari punya sesuatu yang spesifik. Dulu Karangsari ditetapkan sebagai Desa Pancasila. Jrahi juga pernah. Kenapa demikian? Bisa dipastikan bahwa adat-istiadat dan kearifan lokal terjaga dengan baik,” imbuh Bupati.

Terpilihnya Kepala Desa berlatar belakang minoritas di Desa Giling juga menjadi satu penanda kerukunan dan toleransi. Kepala Desa Sunarsih yang beragama Buddha, terbukti bisa mewadahi aspirasi masyarakat yang mayoritas muslim.

“Ini bukti bahwa dengan kepemimpinan Bu Kades yang berlatar belakang minoritas, aspirasi masyarakat bisa terwadahi. Bukti bahwa beliau bisa memberi pelayanan terbaik, tidak membeda-bedakan,” ujarnya.

Haryanto menegaskan, kepemimpinan di Indonesia memang seharusnya tidak mempermasalahkan status minoritas atau mayoritas.

“Mayoritas kalau tidak bisa jadi panutan dan tuntunan, pasti akan ditinggal masyarakat. Sebaliknya, kalau minoritas bisa menjadi pelindung masyarakat, sudah tentu tidak akan ditinggalkan,” lanjut Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto berpesan, Desa Giling yang telah dicanangkan sebagai Desa Sadar Kerukunan harus menjadi contoh bagi Desa-Desa yang lain, minimal di Kecamatan Gunungwungkal.

“Saya apresiasi. Kerukunan yang sudah ada ini agar jadi contoh bagi desa lain. Desa lain yang sudah rukun ya ditingkatkan,”.

Sementara itu, Kepala Desa Giling Sunarsih menjelaskan, masyarakat Desa Giling yang berjumlah 3.750 jiwa terbagi 13 perdukuhan bisa menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

“Mayoritas penduduk beragama Islam.  Buddha, Kristen, dan aliran kepercayaan. Rumah ibadah ada 24. Terdiri atas 19 Masjid/Mushola, 4 Vihara , dan 1 Gereja. Kehidupan masyarakat Giling relatif aman, kerukunan terjaga, permasalahan yang terjadi bisa selalu diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan. Pelanggaran hukum hampir tidak ada,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pati Imron menjelaskan, Pemerintah Pusat melalui Kemenag mempercayakan FKUB untuk melaksanakan kegiatan pencanangan desa sadar kerukunan agar bisa dinikmati dan dirasakan  oleh masyarakat Pati, di mana pluralisme dan toleransi sangat luar biasa.

“Insyaa Allah, pencanangan ini akan menjadi kekuatan luar biasa, di mana bangsa kita sering diuji berbagai permasalahan terkait kerukunan. Ini bisa menjadi jawaban. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan, kerjasama Kemenag Pati, FKUB, dan Pemkab bisa menjaga pilar kerukunan antarumat beragama,dan juga mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Desa Giling sebagai Desa sadar kerukunan.(Kun)
Berita Terkait
Berita Lainnya