Tutup Menu

Berebut Ketua DPD Demokrat NTT, Berujung Pembakaran Atribut Partai

Kamis, 06 Januari 2022 | Dilihat: 665 Kali
Massa Kader dan Simpatisan Partai Demokrat Bakar Atribut Partai (foto istimewa)
    
Penulis : Redaksi Tabloiskandal.com
Editor   : H. Sinano Esha

Kupang –Tabloidskandal.com ll Tanpa ada yang komandoi, puluhan massa kader dan simpatisan Partai Demokrat melepas kaos yang dipakai, serta menumpukan bendera, kemudian membakarnya sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memilih Leonardus Lelo sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (4/1/2022)  .

Aksi massa di depan kantor Partai Demokrat NTT merupakan simpatisan Jefri Riwu Kore, kandidat Ketua DPD Partai Demokrat NTT, terjadi sekitar pukul 12.00 WIT dan berlangsung cukup lama. Selain membakar atribut partai, juga berteriak-teriak dengan yel-yel bernada protes atas keputusan DPP Partai Demokrat.

Menurut Leonardus Lelo, aksi anarkis massa tersebut dipicu setelah dirinya mengumumkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT periode 2021-2026, sebagaimana ketentuan yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat.

“Saya terpilih atas dasar peraturan organisasi (PO) No. 2/2021 tertanggal 3 Mei 2021. Sesuai AD/ART, hasil Musyawarah Daerah (Musda) pada 15 Oktober 2021, ditetapkan calon yang memenuhi syarat minimal20 persen dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC),” ungkap Leo kepada wartawan, Selasa (4/1/2022).

Ditambahkan, setelah lolos dari kandidat Musda, yang bersangkutan mengikuti fit and proper test di DPP. Yang menilai adalah ketua umum, Sekjen dan BPOKK. Tim3 itu yang memutuskan siapa yang terpilih menjabat Ketua DPD.

“Tim tiga yang diketuai Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah memutuskan saya yang dipilih. Artinya, putusan itu sudah sesuai ketentuan dan aturan partai. Apalagi yang mesti diprotes,” papar Leo menyesali tindakan anarkis massa yang membakar atribut partai.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan, bahwa massa pelaku pembakaran atribut Partai Demokrat di Kupang (NTT), bukan kader maupun simpatisan  partainya.

Dikatakan Herzaky, pembakaran itu dilakukan oleh pihak ketiga yang berusaha  mengacaukan soliditas internal Partai Demokrat di NTT. Berdasarkan penelusuran, diduga ada salah seorang pelaku pembakaran yang ternyata kader partai lain.

"Setelah kami telusuri, hanya segelintir orang yang mengatasnamakan kader maupun simpatisan Partai Demokrat yang melakukan pembakaran atribut partai, ternyata bukanlah kader Partai Demokrat," kata Herzaky dalam keterangannya, sebagaiman dilansir Kompas.com, Selasa (4/1/2022).

Kader dan Simpatisan

Pernyataan Herzaky diprotes keras Ferdinan Pello, salah satu massa kasi pembakaran yang juga Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat Kota Kupang. Dia mengklaim bahwa massa untuk Jefri Riwu Kore (Jeriko) adalah kader dan simpatisan Partai Demokrat NTT.

“Saya ini kader Partai Demokrat, bukan dari partai lain. Saya dilantik sebagai Ketua BPOKK sejak2017 oleh Sekjen , di era kepemimpinan Soesilo Bambang Yodhoyono

Pernyataan tersebut disampaikan salah satu massa aksi yang juga Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat Kota Kupang Ferdinan Pello. Menurut Pello, dirinya dilantik sebagai Ketua BPOKK pada 2017 oleh Sekjen Hinca Panjaitan, sejak era kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya dilantik oleh Sekjen Hinca Panjaitan," jelas Pello, dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (5/1/2022).

Begitu juga ditegaskan, Yonathan Gah, Sekretaris Aksi Massa Simpatisan Jeriko.
Dia menentang pernyataan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaki Mahendra Putra yang menyebut aksi massa dari partai lain, bukan kader dan simpatisan Partai Demokrat.

Yonathan menjelaskan, dirinya adalah pengurus DPD Partai Demokrat NTT sejak 2016. Bahkan dia lebih dulu sebagai anggota Partai Demokrat ketimbang Herzaki.

Ditegaskan pula, bahwa Herzaki kurang paham tentang kepengurusan Partai Demokrat di daerah, mengingat yang bersangkutan baru jadi pengurus DPP pada kepemimpinan Ketua Umum AHY.

Dibagian lain Yonathan mengingatkan Herzaki agar bersikap bijak atas apresiasi kader daerah. Terlebih lagi, dia dan Herzaki pernah bersama mengelola media sosial ketika Bakomstra dan DPD mengadakan pelatihan.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com