Tutup Menu

Awas Varian Omicron, Pakai Masker yang Anti Virus Covid 19

Selasa, 18 Januari 2022 | Dilihat: 706 Kali
Masker Pelindung Penularan Virus Covid 19 (foto istimewa)
    
Penulis : Fauzi Rahim
Editor  : H. Sinano Esha

Jakarta –Tabloidskandal.com ll Penularan varian baru virus Corona B.1.1.529 atau dikenal Omicron di Indonesia terus berkembang. Di Jakarta saja, menurut Kepala Dinas DKI Jakarta Widyastuti, pada 4 Januari 2022 ditemukan 90 kasus baru dalam sehari. Bahkan Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, terhitung 5 Januari 2022 yang terinfeksi varian ini mencapai 254 kasus di seluruh Indonesia.

Bahkan lembaga Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) Amerika Serikat memprediksi akan terjadi lonjakan signifikan penularan Omicron dalam beberapa bulan ke depan di Indonesia. Yakni, menembus 380-an kasus per hari pada April 2022 nanti.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi menyatakan, tak bisa memastikan kemungkinan prediksi tersebut.

Penularan Omicron lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya, dan ancaman kematian terhadap yang terinfeksi tak jauh beda dengan virus Corona lainnya. Namun begitu, wabah tersebut bisa dihentikan jika masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan: Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menghindari kerumunan, dan Memakai masker.

Seperti diketahui, penularan utama adalah cairan dari mulut dan hidung (dopret) yang terinfeksi Covid-19, di mana yang bersangkutan menyebarkan virus ketika batuk, berbicara maupun bersin. Dan menurut peneliti harvardbusinessreview, penularan antar manusia bisa dicegah dengan penggunaan masker.

Fungsi Masker

Apakah seluruh masker dapat mencegah penularan?

Fungsi masker adalah untuk melindungi diri dari polusi udara, partikel debu dan penyebaran virus. Intinya, penutup hidung dan mulut tersebut sangat berguna bagi kesehatan. Tapi tidak semua masker dapat mencegah penularan penyakit. Produk yang hanya mampu melindungi partikel seperti debu, tentu tidak memiliki filter untuk virus. Artinya, masyarakat mesti selektif memilih masker untuk penggunaannya.

Menurut  Eris Tresnasih, Marketing Manager PT Tata Global Sentosa, produsen masker merek Pokana Mask, masker untuk melindungi penyebaran virus adalah yang memiliki tingkat filtrasi (bacterial filtration efficience/BFE) tinggi.

“Jika BFE masker semakin tinggi, berarti filtrasi terhadap virus sangat baik. Masker jenis itu tidak mungkin dapat ditembus virus. Salah satunya adalah masker merek Pokana Mask, memiliki BFE hingga 99%. Dijamin aman dari penyebaran virus Corona,” jelas Eris.

Disebutkan, bahan filter Pokana Mask merupakan serat khusus yang mampu mengantisipasi mikropertikel seperti Covid-19, atau lebih dikenal: meltblown. Fungsinya bersifat electret, atau semacam daya tarik magnet, di mana partikel virus akan menempel di lapisan luar masker, tidak bisa masuk ke dalam bersama udara yang terhisap.

“Hasil uji medis, filter meltblown memiliki tingkat filtrasi BFE 99%. Dan ketika Pokana Mask diuji dengan air, ternyata Tidak tembus air. Ada tiga lapisan terbaik dalam memberikan proteksi maksimalbagi penggunanya. Itu artinya, masker Pokana Mask mampu memfiltrasi droplet secara maksimal,” papar Eris.

Dibagian lain Marketing Manager ini menegaskan, begitu juga dengan viral filtration efficiency (VFE) dan Particle filtration efficiency (PFE), peringkatnya masing-masing mencapai 99%. Bayangkan, partikel saja tak bisa nembus di masker Pokana Mask, apalagi bakteri. Di Indonesia hanya Pokana Mask produk masker berstandar 99%, merek lain di bawah itu.

“Yang perlu diketahui, hasil test dermatology (bersertifikat internasional) menyebutkan, bahwa Pokana Mask tidak membuat iritasi terhadap kulit wajah. Sekalipun kulit wajah kategori sensitiv. Masker Pokana Mask dipastikan aman, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Dan tidak menimbulkan pusing kepala meski dipakai berjam-jam,” jelas Eris.

Begitu juga dengan tali pengait masker, menurut Marketing Manager ini, terbuat dari bahan yang lembut dan nyaman. “Tidak akan membuat kuping sakit sekalipun terkait selama delapan jam nonstop,” katanya seraya menambahkan, produk Pokana Mask saat ini ada 200 jenis dengan 20 varian warna.

Dia menambahkan, bahwa produk Pokana Mask adalah masker medis yang dapat digunakan  bagi masyarakat umum guna melindungi dari ancaman virus mematikan seperti Covid-19. Dan Sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta mendapat sertifikat “Halal” dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sekarang kami luncurkan program beli 2 gratis 1. Hal ini mengingat banyak yang beli Pokana Mask, tapi sayang untuk dipakai keseharian. Pokana Mask hanya dipakai pada acara tertentu saja. Dengan program ini, kami berharap masyarakat memakainya setiap hari. Selain mengikuti Prokes, juga bisa untuk fashion,” pungkas Eris.
 
Seperti diketahui, produk Pokana Mask sudah lulus uji International Standard Operation (ISO) Medis 13485, ISO 10993 dan bersertifikat CE. Yakni, standar alat kesehatan di kawasan Eropa. Untuk produk ini, Amerika melalui peraturan federal Amerika Serikat menerbitkan sertifikat Food and Drug (FDA), terkait makanan dan obat-obatan, pada tahun 2021. Dan juga telah diakui secara medis oleh Universitas Indonesia pada subjek Indonesia Sehat.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com